Gubernur Koster: Pemerintah Ambil Langkah Serius Antisipasi Omicron

senin koster
Gubernur Bali Wayan Koster

Denpasar, DenPost.id

Meningkatkan pelayanan dan mengurangi risiko penularan covid-19, Pemprov Bali, pemkab/pemkot, bersama Kodam IX/Udayana dan Polda Bali beserta jajaran, segera melakukan upaya serius. Hal itu diungkapkan Gubernur Bali Wayan Koster dalam siaran pers seusai memimpin rakor penguatan prokes  antisipasi kenaikan Omicron pada Minggu (7/2/2022), di Gedung Gajah, Jaya Sabha.

Rakor dihadiri Wagub Bali, Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali,Danrem Wirastya, Sekda Bali, Walikota Denpasar dan bupati se-Bali.

Gubernur Koster menambahkan langkah ini berupa memindahkan pasien covid-19 dari tempat isolasi mandiri (isoman) ke isolasi terpusat (terpusat), menyiapkan fasilitas isoter, mengantisipasi peningkatan kebutuhan tempat tidur di rumah sakit (RS), obat-obatan, oksigen, dan tenaga kesehatan. Pemerintah pun menyiapkan fasilitas hotel untuk tenaga kesehatan yang melayani pasien covid-19 di RS, puskesmas, dan tempat isoter.

Disebutkan pula pencapaian vaksinasi anticovid-19 semakin maju, suntik dosis 1 mencapai 103,17% dan suntik dosis 2 mencapai 92,89%, vaksinasi pada anak-anak usia 6 tahun – 11 tahun untuk suntik dosis 1 mencapai 105,53% dan suntik dosis 2  mencapai 90,19%. ‘’Perlu diingat meskipun warga sudah mengikuti vaksinasi, tidak sepenuhnya menjamin terbebas dari risiko penularan covid-19,’’ tegas Gubernur Koster.

Menurut dia, sampai kini penanganan kasus covid-19 dapat dikelola dengan baik, ketersediaan tempat tidur di RS dalam jumlah yang memadai, tempat tidur di isoter, ketersediaan obat-obatan dan oksigen yang memadai, serta kesiapan tenaga kesehatan di RS maupun di tempat isoter.

Baca juga :  Gandeng Karang Taruna, Diskop Denpasar Berikan Ini

Menurut Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng, ini Bali mendapat kepercayaan untuk menjadi penyelenggaraan beberapa even internasional yaitu: Konferensi Para Pihak (COP4) Konvensi Minamata tentang merkuri pada 21 – 25 Maret 2022 yang diikuti 135 negara; pertemuan ke-144 Parlemen se-Dunia yang pada 20 – 24 Maret 2022 yang diikuti 178 negara; Global Platform for Disaster Risk Reduction (Pengurangan Risiko Bencana) pada 23 – 28 Mei 2022 yang diikuti 193 negara; serta Konferensi Presidensi G-20 mulai Desember 2021 dan pertemuan puncak Presidensi G-20 pada 15 dan 16 November 2022. ‘’Berkaitan dengan hal tersebut, saya mengimbau, mengingatkan, menegaskan, dan mengajak seluruh masyarakat agar tetap tenang, tidak panik, harus tetap waspada menghadapi pandemi covid-19 varian Omicron yang meningkat dengan sangat cepat,’’ bebernya.

Gubernur Tamatan ITB ini juga mengingatkan masyarakat agar terus menaati dan melaksanakan prokes, serta menerapkan pola hidup sehat bebas covid-19 dengan 6M yakni memakai masker standar dengan benar, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi bepergian, meningkatkan imun, dan mentaati aturan. Warga juga mesti menggunakan aplikasi ‘’PeduliLindungi’’ untuk melakukan pemeriksaan terhadap semua pegawai/karyawan dan pengunjung pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan terkait. Pengunjung yang diizinkan masuk ke pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan adalah mereka yang telah memperoleh vaksin dosis  2. Tak hanya itu. Gubernur juga mengingatkan warga agar membatasi aktivitas, upacara adat, ngaben, pernikahan, dan kerumunan sesuai Surat Edaran Parisadha dan MDA Bali. Bagi krama Bali yang belum divaksin dosis 1 dan 2 agar segera mengikuti vaksinasi di wilayah masing-masing untuk mengurangi risiko penularan covid-19, khususnya untuk usia lanjut, warga yang punya penyakit bawaan (komorbid), ibu hamil, dan difabel. Bagi krama Bali yang sudah mengikuti vaksinasi dosis 1 dan 2 agar segera mengikuti vaksinasi booster (dosis 3). Krama Bali yang kontak erat dengan warga yang terpapar covid-19 agar berinisiatif dan bersedia untuk mengikuti tracing yang dilaksanakan aparat TNI dan Polri, untuk selanjutnya menjalani testing (tes). Bagi krama yang mengalami gejala awal (demam, pilek, batuk, sesak napas, hilang indra penciuman dan perasa) agar segera menjalani tes swab berbasis PCR. Bagi yang terpapar covid-19 tanpa gejala dan gejala ringan agar segera menjalani isoter di tempat disiapkan pemprov/pemkab/pemkot. Dilarang menjalani isoman di rumah agar tidak menular ke anggota keluarga. Bagi yang terpapar covid-19 dengan gejala sedang dan berat agar segera ke RS rujukan di wilayah masing-masing. Tujuannya menghindari kondisi memburuk dan membahayakan bagi diri sendiri. ‘’Kami perlu menyampaikan bahwa banyak kasus kematian terjadi karena warga terlambat melakukan tes swab PCR dan masuk ke RS dalam kondisi parah sehingga sangat membahayakan nyawa. Bahkan tidak bisa diselamatkan ketika dirawat di RS, terutama warga usia lanjut dan menderita penyakit bawaan (komorbid),’’ tegas Gubernur.

Baca juga :  25 Pasien Positif Covid-19 di Denpasar Sembuh

Dia juga mengajak krama Bali agar selalu ngrastiti bhakti, mohon kerahayuan ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi, sehingga pandemi covid-19 segera berakhir.

Kepada walikota/bupati, camat, kepala desa/lurah, dan bendesa adat se-Bali serta seluruh komponen masyarakat, Gubernur Koster minta agar tetap bekerja keras, tanpa lelah, melakukan upaya serius dengan mengambil langkah secara bersama-sama bergotong-royong untuk mencegah penyebaran covid-19. ‘’Marilah kita terus memanjatkan doa dengan keyakinan masing-masing, memohon ke hadapan Ida Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa agar alam Bali beserta isinya selalu dalam kondisi nyaman, aman, dan damai sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru,’’ tandas Gubernur. (yad/r)

Baca juga :  Penukaran UPK Rp75 Ribu Dijatah Satu Per Orang

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini