Koster Jamin Bali Tak Kekurangan RS Rujukan dan Isoter

koster
Gubernur Bali, Wayan Koster

Sumerta, DENPOST.id

Meningkatnya masyarakat yang terpapar Covid-19 menjadi beban bagi rumah sakit rujukan dan tempat isolasi terpusat. Jumlah masyarakat Bali yang terpapar Covid-19 sempat menyentuh 2.038. Angka ini paling tinggi sepanjang pandemi di Bali sejak tahun 2019 lalu.

Sementara jumlah yang sembuh terlampau jauh di bawah, masih bertengger di angka tiga digit. Di sisi lain jumlah pasien yang meninggal terus meningkat. Jumlahnya tertinggi yakni 7 orang pada Minggu (6/2/2022).

Terhadap kondisi tersebut, Gubernur Bali, Wayan Koster menggelar rapat koordinasi penguatan prokes antisipasi kanaikan Omicron, bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi Bali pada Minggu (6/2/2022) petang. Salah satu yang dibahas adalah ketersediaan bed rumah sakit rujukan Covid 19 serta jumlah isolasi terpusat.

Dari hasil rapat tersebut dia memastikan bahwa rumah sakit rujukan dan tempat isolasi terpusat (isoter) tersedia cukup.

Baca juga :  Gasak HP di Tempat Kos, Kaki Residivis Ditembak

“Sampai saat ini penanganan kasus Covid-19 dapat dikelola dengan baik, ketersediaan dalam jumlah yang memadai tempat tidur di rumah sakit, tempat tidur di isolasi terpusat, ketersediaan obat-obatan dan oksigen yang memadai, serta kesiapan tenaga kesehatan baik di rumah sakit maupun di isolasi terpusat,” katanya.

Data terakhir Satgas Covid-19 Provinsi Bali pada Minggu (6/2/2022) menunjukkan, kasus aktif berjumlah 9.887. Rumah Sakit Rujukan terisi 954 atau 9,65 %, isolasi terpusat terisi 1.551 atau 15,69 %, isolasi mandiri mencapai 7.382 atau 74,66 %.

Baca juga :  Ambil Tempelan SS, Seorang Pria Ditangkap Warga

Atas kondisi itu, Pemprov Bali menambah kapasitas isoter menjadi 2.110 bed, terisi 1.551 bed atau 73,51 %, tersisa 559 bed atau 26,49 %. Saat ini terdapat 90 tempat isoter tersebar di seluruh kabupaten/kota dan Provinsi Bali.

Peningkatan jumlah masyarakat Bali yang terpapar Covid-19 juga terasa di rumah sakit Universitas Udayana. Pada periode Jumat 4 Februari 2022, bed untuk pasien Covid 19 terisi hingga 26 persen. Sejalan dengan peningkatan tersebut, pihaknya akan meningkatkan jumlah bed untuk perawatan pasien Covid 19.

Baca juga :  Menggugat Gara-gara Dituduh Bikin Perguruan Tinggi Tanpa Izin

“Kalau yang sudah ada ini 34 bed. Tetapi kami sudah antisipasi dengan menambah, dengan membuka ruang ruang lain lagi. Dulu kita punya 70 bed,” tuturnya belum lama ini.

Terhadap kondisi ini, dia mengajak semua pihak untuk mewaspadai penularan Covid-19 utamanya varian Omicron, dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin. Sebab menurutnya penularan Covid 19 yang begitu cepat ini tidak lepas dari dampak akibat aktivitas masyarakat yang tak terkendali. Selain itu masyarakat mulai malas menggunakan masker. (106)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini