Akses Pura Tertutup Bangunan, Pengempon Mohon Bantuan PHDI

pura
TAK PUNYA JALAN - Pura Dalem Bingin Ambe di Jalan Ternate, Desa Adat Titih Kaler, Denpasar, yang kini tak punya akses jalan, karena di jaba pura berdiri bangunan. (DenPost.id/ist)

Sumerta, DenPost.id

Pura Dalem Bingin Ambe di Jalan Ternate, Desa Adat Titih Kaler, Denpasar, menjadi sorotan publik setelah kondisinya viral di media sosial (medsos). Pura yang tergolong kuno dan berdiri pada abad ke-18 ini tak memiliki akses jalan, karena di jaba pura berdiri bangunan. Mirisnya, bangunan tersebut milik keluarga pengempon yang kini pindah agama.

Sementara ini pengempon pura menggunakan akses pintu bebetelan, atau sementara dengan memanfaatkan gang kecil di sebelah barat pura. Untuk mengetahui kondisi pura, pengurus PHDI Kota Denpasar, Kapolsek Denpasar Barat, bersama Pemerintah Desa Dauh Puri Kangin, mengunjungi pura tersebut pada Senin (7/2/2022).

Pengempon pura, Ketut Gede Muliarta, kepada wartawan menjelaskan bahwa pihaknya berharap bantuan dari PHDI dan pihak terkait agar pura tersebut kembali punya akses jalan.

“Kami sangat mengharapkan bantuan dari bapak-bapak agar jaba pura kami kembali seperti semula, sehingga kami bisa menjalankan upacara besar seperti ngenteg linggih,” tegas Muliarta.

Baca juga :  Pengunjung Pantai Sanur Dites Rapid Antigen, Seorang Pelajar Positif

Dia menerangkan bahwa selama ini ini pihaknya sangat sulit menggelar upacara karena keterbatasan akses masuk. Upacara besar terakhir kalinya digelar tahun 1990. “Bantulah kami. Kami tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya berdoa, itu yang bisa kami lakukan. Tentang politik, kami awam,” sambung Muliarta, di hadapan pejabat yang hadir.

Dia menambahkan pura ini di-empon oleh sekitar 200 kepala keluarga (KK) yang tersebar di seluruh Bali. Dia berharap kondisi ini menjadi perhatian pihak terkait agar mencarikan solusi terbaik.

Baca juga :  DPRD Bali Siap Bahas Ranperda Energi Daerah

Mengenai kondisi pura di jantung Kota Denpasar tersebut, Ketua PHDI Kota Denpasar Nyoman Kenak, yang saat itu didampingi Sekretaris Made Arka, mengungkapkan segera menindaklanjuti dengan mencari tahu kebenaran dan asal-usul perkara ini.

Dia mohon agar semua pihak bersabar dan menahan diri untuk mencegah konflik antarumat. “Kami akan berusaha memediasi, karena fungsi kami hanya memediasi. Saya akan berkoordinasi dan memanggil semua pihak, termasuk aparat terbawah serta penegak hukum,” tegas Kenak.

Dia optimis persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik, karena semua pihak siap mendukung penyelesaian. kenak mengatakan, seharusnya pura tetap mendapat prioritas jalan. Apalagi pura ini tergolong pura kuno. Maka dari itu dia akan berusaha penuh agar pura ini mendapat akses jalan. Kenak berterima kasih kepada masyarakat dan wartawan yang berbagi informasi mengenai pura kuno tersebut, sehingga pihaknya dapat mengetahui dan menindaklanjutinya.

Baca juga :  Setahun PPKM, Tim Yustisi Raup Denda Rp161,7 Juta

Kunjungan pejabat tersebut juga bersamaan dengan kunjungan Yayasan Ksatria Keris Bali yang saat itu datang untuk sembahyang di sana. Ketua Ksatria Keris Bali Ketut Putra Ismaya Jaya mengatakan bahwa dia berharap kehadiran para pejabat dan pengampu dapat mengetuk hati pemilik bangunan agar memberi solusi mengenai akses jalan pura. “Semoga Ida Bhatara-Bhatari di sini memberikan jalan sehingga pintu mediasi di antara pihak-pihak yang terlibat. Kami berharap ada mediasi terbaru yang bisa membuka hati nurani. Harta dunia tidak akan dibawa mati,” tandas Ismaya. (wir)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini