Satgas Desa/Kelurahan di Denpasar Kembali Diaktifkan

picsart 22 02 07 20 14 56 216
AKTIFKAN SATGAS - Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa; Ketua DPRD Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, dan Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, saat memimpin rapat koordinasi mengaktifkan kembali Satgas Covid-19 Desa/Kelurahan, di Kantor Walikota Denpasar, Senin (7/2/2022).

Dauh Puri, DENPOST.id

Mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 yang semakin meluas, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menggelar rapat koordinasi di Kantor Walikota Denpasar, Senin (7/2/2022). Rapat koordinasi dihadiri Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa; Ketua DPRD Denpasar, I Gusti Ngurah Gede; Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, Forkopimda Denpasar, Majelis Desa Adat, anggota Satgas dan OPD terkait Pemkot Denpasar.

Dalam rapat tersebut, Walikota Jaya Negara menyampaikan data perkembangan kasus Covid-19 di Kota Denpasar hingga 6 Februari 2022, mencapai 3.078 kasus. Trend sembuh menurun dalam seminggu terakhir per 6 Februari, yakni sembuh 90,11 persen, meninggal 2,45 persen, serta kasus aktif 7,44 persen. Perkembangan zona lokasi risiko mengalami peningkatan ditandai dengan berkurangnya jumlah zona hijau dalam seminggu terakhir.

Baca juga :  Lagi, 2 Pasien Covid-19 di Denpasar Meninggal

Mengantisipasi lonjakan kasus, menurut Jaya Negara di samping telah melaksanakan antisipasi penyemprotan disinfektan, pengawasan disiplin prokes hingga penutupan fasilitas publik dalam pembatasan kegiatan masyarakat, serta menyiapkan tempat isoter juga mengaktifkan kembali Satgas Penanganan Covid tingkat Banjar, Desa/Kelurahan. “Sesuai arahan Gubernur Bali, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan agar kepala daerah untuk melaksanakan antisipasi lonjakan kasus dengan mempersiapan isoter hingga melakukan langkah antisipasi lainnya,” ujar Jaya Negara.

Dalam rapat tersebut, Jaya Negara menekankan kepada Dinas Kesehatan Kota Denpasar untuk segera melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Bali, serta melakukan persiapan penambahan dua lokasi untuk kamar isoter di Kota Denpasar. Satu lokasi kamar isoter untuk masyarakat umum, serta satu lokasi isoter untuk tenaga kesehatan. Diharapkan lokasi isoter ini berdekatan dengan lokasi rumah sakit.

Baca juga :  109 Warga Sesetan Jalani Swab, Enam Orang Positif

Lebih lanjut disampaikan Jaya Negara, antisipasi keberadaan BOR rumah sakit rujukan dan non rujukan di Kota Denpasar, terdapat tiga rumah sakit rujukan dan 13 rumah sakit swasta yang merawat pasien Covid-19. Rumah Sakit Wangaya sudah mengkonfirmasi 51 persen ketersediaan tempat tidur dan juga telah menyiapkan ruang ICU.

Langkah antisipasi ini, diharapkan Jaya Negara supaya dilaksanakan koordinasi dan komunikasi bersama kades/lurah untuk mengaktifkan kembali Satgas Covid Desa/Kelurahan yang ada dalam melaksanakan pencegahan, pendistribusian bantuan hingga obat-obatan bagi masyarakat. Mengaktifkan kembali posko PPKM Mikro juga akan dilaksanakan untuk mengantispasi transmisi lokal dan pengawasan prokes.

Baca juga :  Miss Global Sebut Polisi Bali Korup, Kakanwil Kemenkumham Beri Tanggapan

Percepatan vaksinasi dosis ketiga juga ditekankan Jaya Negara, untuk dapat segera dilakukan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19. Sesuai arahan dari Kementerian Kesehatan penyebaran varian Omicron lebih cepat dua kali lipat dari varian Delta. Namun, diharapkan masyarakat tidak panik, dengan langkah pemerintah daerah telah melaksanakan antisipasi penekanan penyebaran. “Kami harapkan masyarakat untuk tetap disiplin prokes dan tidak panik, serta jika mengalami gejala untuk segera melakukan pemeriksaan di layanan rumah sakit untuk dapat segera mendapatkan pelayanan,” ucap Jaya Negara. (112)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini