Tunjang Ketersediaan Isoter Kabupaten, 195 Bed Disiapkan

tunjang 1
RAPAT - Rapat koordinasi Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng bersama camat dan Ketua Forum Komunikasi Perbekel se-Kabupaten Buleleng, Selasa (8/2/2022).

Singaraja, DENPOST.id

Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng kembali mengaktifkan isolasi terpusat (isoter) desa sebagai salah satu upaya antisipasi melonjaknya kasus penyebaran virus varian baru. Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng, Putu Ariadi Pribadi, dalam rapat koordinasi bersama camat dan Ketua Forum Komunikasi Perbekel se-Kabupaten Buleleng meminta agar isoter desa kembali diaktifkan.

“Melihat kapasitas bed pada isoter kabupaten tersisa 199 bed, maka sangat penting pihak desa turut membantu ketersediaan kapasitas bed melalui isoter desa. Kami ingin hari ini sudah masuk data bed dari masing-masing desa,” kata Ariadi Pribadi, Selasa (8/2/2022).

Baca juga :  Kasus Dana PEN, Fraksi Golkar Soroti Ini

Dia menegaskan, nantinya dalam pelaksanaan isoter desa, seluruh komponen mulai dari petugas kesehatan di puskesmas, pemdes, dinas dan adat diminta berkomitmen melaksanakan tugas. Hal itu penting dilakukan sebagai tindak lanjut dari instruksi Presiden RI di mana kasus konfirmasi baru tidak boleh menjalani isolasi mandiri (isoman).

Berdasarkan data yang terkumpul, dari 148 desa/kelurahan yang ada, tercatat sebanyak 195 bed yang siap digunakan untuk isoter desa. “Mudah-mudahan bisa berkembang lagi, nambah lagi, karena dari kecamatan juga sedang melakukan penjajagan. Mudah-mudahan ada penambahan, sehingga dengan 195 bed ini bisa diaktivasi untuk meringankan beban isoter kabupaten,” harapnya.

Baca juga :  Diimingi Uang, Siswi SD Digauli di Kebun

Ditambahkannya, hari ini juga para camat segera melakukan koordinasi dengan perbekel masing-masing untuk menyiapkan sarana dan prasarana serta petugas pada lokasi isoter. Ariadi juga menegaskan, isoter desa yang telah siap hari ini sudah bisa diaktivasi.

Asisten I Setda Buleleng, Ida Bagus Suadnyana, juga meminta seluruh camat dan perbekel untuk membantu melakukan percepatan vaksinasi dan pengetatan pengawasan protokol kesehatan kepada masyarakat.
Terkait mekanisme isoter desa, dia menjelaskan bahwa kurun waktu perawatan pasien selama 10 hari sesuai dengan Instruksi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Namun demikian, jika dalam waktu lima hari terhitung dari pertama terkonfirmasi terpapar Covid-19 dinilai kondisi membaik dan melakukan test swab PCR dengan hasil negatif, maka pasien diperbolehkan pulang.

Baca juga :  25 Pasien Dinyatakan Sembuh Covid-19 di Buleleng

“Namun perlu diingat, berdasarkan Instruksi Kemenkes, biaya swab ditanggung secara mandiri. Hal ini juga akan kami koordinasikan lagi kepada pimpinan untuk dibijaksanai,” tandasnya. (118)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini