Buleleng Berlakukan PPKM Level 3 dengan Pembatasan

picsart 22 02 09 19 18 25 128
Koordinator Bidang Data dan Informasi Satgas Covid-19 Buleleng, Ketut Suwarmawan.

Singaraja, DENPOST.id

Sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No. 9 Tahun 2022 tentang PPKM level wilayah Jawa-Bali, untuk Provinsi Bali pada umumnya dan Kabupaten Buleleng pada khususnya kembali menerapkan PPKM level III yang mulai berlaku dari 8 sampai 14 Februari 2022.

Demikian disampaikan Koordinator Bidang Data dan Informasi Satgas Covid-19 Buleleng, Ketut Suwarmawan Rabu (9/2/2022).

Lebih lanjut Suwarmawan menjelaskan PPKM level III ini dilakukan dengan menerapkan ketentuan kegiatan, di antaranya
Pembelajaran Tatap Muka (PTM) masih dilakukan secara terbatas, kegiatan pada sektor non esensial dibatasi kapasitas 25% dengan sistem work from office (WFO), area publik seperti taman, tempat wisata, pusat kebugaran, metting room, acara rapat besar diijinkan dengan kapasitas 25% dan bioskop dikapasitas 50% serta diwajibkan menerapkan aplikasi PeduliLindungi.

Selain itu, kegiatan keagamaan dibatasi dengan kapasitas 50%, resepsi pernikahan dibatasi 25%, kegiatan seni budaya/olahraga/sosial masyarakat dijinkan dengan kapasitas 25%, tempat hiburan anak/mall dibatasi dengan kapasitas 35% dan diharapkan menunjukkan kartu vaksin anak saat berkunjung.

Baca juga :  DPC PDI Perjuangan Buleleng Gelar Lomba Olahan Makanan

“Sedangkan untuk pasar dan supermarket penerapannya diatur berbeda sesuai kebutuhannya, di antaranya supermarket/pasar tradisional/pedagang kaki lima/toko kelontong sejenisnya yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi sampai pukul 21.00 Wita, dengan kapasitas 60%, kegiatan makan minum di warteg atau lapak dengan kapasitas 60% dibatasi sampai pukul 21.00 Wita, restoran yang beroperasi pada malam hari dijinkan buka mulai pukul 18.00 – 00.00 Wita dengan kapasitas 25%, pasar rakyat non kebutuhan sehari-hari dibatasi buka sampai pukul 20.00 wita dengan kapasitas 60%,” jelasnya.

Baca juga :  Komitmen Lindungi CPMI, BPJS Ketenagakerjaan Beri Program Khusus

Disamping itu, masyarakat juga diminta kembali mengaktifkan posko-posko PPKM di setiap tingkatan RT/RW, desa/kelurahan/kecamatan dengan melihat kriteria zonasi pengendalian wilayah. (118)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini