Soal Permohonan Bantuan Sekretariat dan Penyerapan Naker, DPRD Terima Audiensi Pertuni Bangli

picsart 22 02 10 18 58 48 412
PERTUNI - Audiensi Pertuni Bangli, dengan jajaran DPRD Bangli.

Bangli, DENPOST.id

DPRD Bangli, menerima audiensi
Persatuan Tuna Netra Inonesia (Pertuni) Cabang Bangli, Kamis (10/2/2022). Rombongan berjumlah sembilan orang yang dipimpin Ketua Pertuni Bangli, Pande Putu Riva tersebut pada intinya mohon bantuan untuk pembangunan sekretariat, serta pengadaan pelatihan digitalisasi.

Kedatangan mereka disambut baik jajaran Dewan Bangli, yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Bangli, I Komang Carles,
serta anggota dewan lainnnya. Di antaranya I Made Natis, Ni Nengah Dwi Madya Yani, Gede Tindih, dan Sang Nyoman Wijaya. Sementara dari eksekutif hadir Kadisos Bangli, Ida Ayu Gde Sutha.

Ketua Pertuni Bangli, Pande Putu Diva pada kesempatan itu menyampaikan dukungan berkaitan dengan permohonan kantor untuk sekretariat dan dukungan anggaran untuk menggelar pelatihan dan proses rekrutmen tenaga (pegawai) untuk para panyandang disabilitas. Sebelumny, mereka mengaku telah bertemu dengan Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta.

“Kedatangan kami ke sini tiada lain untuk mohon dukungan terhadap tiga hal yang telah kami sampaikan tersebut, agar bisa diperjuangkan oleh para wakil rakyat Bangli,” ujarnya.

Baca juga :  Duh, Balita Tewas Terlindas Mobil di Luar Garasi

Pertuni setelah terbentuk selama ini, belum mempunyai sekretariat. Dia berharap DPRD Bangli bisa memfasilitasi pinjam pakai kantor untuk sekretariat. Sementara di sisi pengembangan SDM, Pertuni dituntut untuk ikuti program digitalisasi. Untuk itu, pihaknya menemui kendala di lapangan, selain anggota yang telah berusia di atas 40 tahun, juga keterbatasan sarana-prasarana dan pelatihan digitalisasi. “Jadi untuk itu, kami harapkan bisa dibantu untuk melaksanakan pelatihan tersebut,” bebernya.

Menurut Pande Diva, mengacu pada Undang-undang Ketenagakerjaan telah jelas diamanahkan, yakni pemerintah harus bisa menyerap 2 persen dari kebutuhan dari penyandang disibilitas dan 1 persen bagi perusahaan swasta. “Jadi apa yang diamanahkan oleh Undang-undang tersebut agar direalisasikan. Dengan kami sebagai penyandang disabilitas bisa bekerja di intasi pemerintah maupun swasta. Untuk itu, kami mohon bapak-bapak mengawal dan mewujudkan harapan kami tersebut,” ucapnya.

Baca juga :  Terseret Arus, Pelajar di Bangli Ditemukan Tewas

Menanggpi hal itu, Wakil Ketua DPRD Bangli, I Komang Carles menyampaikan apresiasi terkait terbentuknya perhimpunan Pertuni Bangli, sebagai wadah para penyandang disabilitas, khususnya para penyandang tuna netra di Kabupaten Bangli. Berkaitan dengan tiga permohonan anggota Pertuni Bangli itu, pihaknya berjanji akan berupaya untuk memperjuangkan aspirasi tersebut. “Kami akan berupaya mengawal aspirasi ini di tahun 2023. Maklum saja, karena anggaran tahun 2022 sudah berjalan dan kondisi keuangan daerah yang terdampak pandemi Covid-19, Anggota DPRD saat ini tidak dapat dana aspirasi,” akunya.

Sementara Kadisos Bangli, Ida Ayu Gde Yudi Sutha pada kesempatan itu menyebutkan apa yang disampaikan Pertuni itu, memang sudah pernah dipaparkan kepada Bupati Bangli dan Wakil Bupati Bangli maupun Sekda Bangli. Lanjut Dayu Yudhi, tahun ini anggaran yang diperuntukan untuk penyandang disabilitas sangat minim. Yang mana, hanya Rp8 juta. Padahal sebelumnya, anggaran untuk para penyandang disibilitas ini mencapai Rp25 juta. “Anggaran ini sudah termasuk anggaran bantuan peralatan, seperti kursi roda dan alat bantu lainnya. Sementara untuk penambahan anggaran akan diupayakan dalam APBD perubahan nanti,” jelasnya.

Baca juga :  Lagi, Dua Pasien Covid-19 di Jembrana Meninggal Dunia

Menyinggung jumlah para penyandang disabilitas di Kabupaten Bangli, jelasnya, jumlahnya mencapai 2.044 orang, meliputi tuna netra 121 orang, tuna wicara (294 orang), cacat anggota tubuh (555 orang), cacat mental (508 orang), dan cacat ganda (91 orang). “Pelayanan yang telah kami laksanakan selama ini untuk penyandang disabilitas, yaitu bantuan sembako, alat bantu dan bantuan usaha ekonomi produktif,” imbuhnya. (c/128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini