Gubernur Koster: Rayakan Tumpek Wayang dengan Jagat Kerthi

kosternya
Gubernur Bali Wayan Koster (DenPost.id/ist)

Sumerta, DenPost

Gubernur Bali Wayan koster menginstruksikan kepada seluruh masyarakat supaya merayakan seluruh rahina tumpek di Bali. Yang terbaru, dia menginstruksikan agar masyarakat merayakan rahina Tumpek Wayang dengan upacara Jagat Kerthi pada 5 Maret mendatang.

Dalam jumpa pers pada Sabtu (12/2/2022) di rumah jabatan Gubernur Bali di Denpasar, Gubernur Koster mengatakan perayaan rahina Tumpek Wayang sebagai penerapan tata-titi kehidupan masyarakat Bali berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi dalam Bali Era Baru.

Gubernur menambahkan secara sekala, Pemprov Bali akan melaksanakan kegiatan Jagat Kerthi di beberapa tempat yang dipusatkan di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar. Rangkaiannya meliputi konvoi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, launching/ground breaking pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap di Jalan Tol Bali Mandara dan Monumen Perjuangan Rakyat Bali di Renon.

 

Baca juga :  Pedagang Pasar Kumbasari Diimbau Pakai Masker Dobel

Juga ada penegasan imbauan terhadap pembatasan penggunaan plastik sekali pakai (tas kresek, pipet, dan sterofoam), serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Kemudian pameran hasil pertanian organic, penyerahan wayang untuk pengempon Pura Agung Besakih, dan pementasan wayang lemah.

Gubernur Koster mendorong semua pihak agar bersinergi secara gotong royong melaksanakan nilai-nilai adiluhung Jagat Kerthi sesuai tata-titi kehidupan masyarakat Bali. Instruksi ini harus dilaksanakan dengan tertib, disiplin, dan penuh rasa tanggung jawab, sebagai pelaksanaan visi pembangunan daerah “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru. Instruksi ini mulai berlaku pada Sabtu (12/2) dan seterusnya.

Baca juga :  Mulai Senin, Anak dan Orangtua Bakal Belajar Melalui Siaran TV

Gubernur Koster menambahkan perayaan tumpek amat penting. Bahwa nilai-nilai adiluhung Sad Kerthi perlu dipahami, dihayati, dan diterapkan, oleh seluruh masyarakat Bali. Untuk melaksanakan nilai-nilai adiluhung Sad Kerthi diperlukan tata-titi kehidupan masyarakat Bali yang menyatu dan menjaga keseimbangan serta keharmonisan antara alam, manusia/krama, dan kebudayaan Bali, yang meliputi adat-istiadat, tradisi, seni dan budaya, serta kearifan lokal secara niskala dan sekala. (wir)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini