Satu Hektar Padi di Subak Penasan Terancam Gagal Panen

gagal 1
HAMA KRESEK - Petani di Subak Penasan, Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung melakukan penyemprotan untuk menanggulangi hama kresek, Senin (14/2/2022).

Semarapura, DENPOST.id

Petani di Subak Penasan, Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung belakangan ini mulai resah memikirkan serangan hama kresek. Pasalnya, hampir satu hektar lahan tanaman padi di Subak Penasan daunnya menguning dan kering akibat diserang hama kresek. Bahkan, jika hal ini terus dibiarkan, tidak tertutup kemungkinan petani mengalami gagal panen.

Untungnya, persoalan ini cepat mendapat perhatian dari Dinas Pertanian Klungkung. Dengan dikoordinir Kabid Produksi Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan, I Gusti Made Ardana, petugas melakukan penyemprotan pestisida nabati di Subak Penasan, Senin (14/2/2022). Sebelum itu, petugas juga memberikan edukasi terhadap petani terkait hama kresek yang bisa menyebabkan gagal panen jika tidak segera ditangani, termasuk mengajarkan krama subak cara penggunaan pestisida yang benar.

Baca juga :  Buang Limbah ke Sungai, Dua Pengusaha di Klungkung Didenda Rp250 Ribu

“Kalau tanaman padi masih kecil kita utamakan penanganan dengan pestisida nabati, sehingga tanaman tidak rusak,” ungkap I Gusti Made Ardana.

Menurut Gusti Ardana, tanaman padi yang terserang hama kresek ini diakibatkan oleh virus dan bakteri. Ciri-ciri tanaman padi yang terserang hama kresek dapat terlihat dari daun padi yang menguning dan layu. Jika hal ini tidak segera dikendalikan, maka bisa menurunkan produktivitas hasil panen, bahkan gagal panen. Apalagi serangan hama kresek ini juga semakin meluas hingga ke Subak Pau, Desa Tihingan.

Baca juga :  318 Warga Klungkung Jalani Rapid Test, 50 Orang Diambil Swab

“Di Subak Pau ada sekitar satu hektar tanaman padi juga diserang hama kresek. Dan, ini juga terjadi di lahan subak lainnya. Jadi kita juga berikan edukasi terkait penanganan hama ini secara bergilir di masing-masing subak yang lahannya terserang penyakit kresek,” kata Gusti Ardana.

Sementara Kelian Subak Penasan, Komang Artana, mengatakan, kalau serangan hama kresek mulai terjadi sejak seminggu yang lalu. Namun tidak semua tanaman padi di Subak Penasan yang diserang hama kresek. Dari total 142 hektar luas lahan di Subak Penasan, ada sekitar satu hektar tanaman padi milik petani yang diserang hama tersebut.

Baca juga :  Ratusan CPNS dan PPPK di Klungkung Terima SK Pengangkatan

“Untuk di Subak Penasan, tidak semua lahan ditanami padi. Karena debit air yang tidak mencukupi maka pola tanamnya dibagi dua secara bergantian untuk penanam palawija dan padi,” pungkasnya. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini