Hanya Tujuh Desa Wisata di Bangli Beroperasi, Sisanya Mati Suri

penglipuran baru 1
DESA WISATA - Desa Wisata Penglipuran, salah satu desa wisata di Bangli yang hingga kini masih aktif. DENPOST.id/dok

Bangli, DENPOST.id

Dampak pandemi Covid-19 mengakibatan sejumlah desa wisata di Kabupaten Bangli tiarap. Dari 31 Desa Wisata yang telah ditetapkan melalui SK Bupati Bangli, hanya 7 desa wisata saja yang kini masih bertahan. Sisanya, tak berkembang alias mati suri.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangli, I Wayan Sugiarta menguraikan, sebanyak 24 desa wisata lainnya kondisinya kini cukup memprihatinkan. “Beberapa memang masih ada jalan. Tapi dengan kondisi sekarang di mana-mana pasti lesu, sehingga masyarakat kita juga tidak intens di sana,” katanya, Rabu (16/2/2022).

Baca juga :  Kantongi Narkoba, Pemuda Pempatan Dibekuk di Bangli

Kondisinya benar-benar lesu. Salah satunya wisata di Desa Guliang Kangin. “Selain itu, untuk DTW di pura-pura, karena lebih didominasi kunjungan wisatawan mancanegara, untuk sekarang walau dibuka pun tidak akan ada yang berkunjung,” sebut mantan Kadis Perpustakaan Daerah Bangli ini.

Disinggung upaya untuk pengembangan kembali desa wisata yang kondisinya terpuruk tersebut, pihaknya mengaku tetap meningkatkan upaya promosi dan pengembangan SDM yang ada. “Memang dengan keterbatasan yang ada, ketika semua lesu yang berdampak pada PAD kita dan juga dana kita juga tak seperti sebelumnya. Tapi, di bidang promosi dan pengembangan SDM selalu didanai untuk desa wisata menyasar Pokdarwis,” jelas Sugiarta.

Baca juga :  Selama Pandemi, Pengungkapan Kasus Narkoba di Bangli

Disampaikan pula, salah satu desa wisata yang paling eksis di tengah gempuran badai pandemi saat ini adalah Desa Wisata Penglipuran. Untuk Desa Wisata Tembuku juga masih menggeliat. “Termasuk di Desa Tamanbali, mereka kini menyiapkan rencana untuk penataan lebih lanjut Taman Bali Raja serta telah terbentuk pokdarwis. Mereka mengambil hikmah positif dari pandemi ini, untuk menyongsong era baru,” pungkas Sugiarta. (128)

Baca juga :  Hasil Rapid Test, 443 Warga Serokadan Reaktif

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini