27 Warga Miskin di Desa Paksebali Luput dari Bantuan Bedah Rumah

luput 1
WARGA MISKIN - Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, meninjau kondisi warga miskin di Desa Paksebali, Dawan, Rabu (16/2/2022).

Semarapura, DENPOST.id

Tidak semua warga miskin di Kabupaten Klungkung bisa mendapatkan bantuan bedah rumah. Seperti terjadi di Desa Paksebali, Kecamatan Dawan. Ada
27 KK miskin yang rumahnya tidak layak huni dan luput dari bantuan bedah rumah lantaran lahan yang ditempati merupakan milik orang lain. Persoalan ini sempat mendapat perhatian Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, ketika turun melakukan evaluasi program bedah desa di Desa Paksebali, Rabu (16/2/2022).

Saat itu, Suwirta yang turun melakukan evaluasi melihat pembangunan rumah program Rutilahu di Desa Paksebali sebagian besar telah selesai dan sudah ditempati oleh masing – masing KK miskin. Namun sebanyak 27 KK lainnya masih menempati rumah yang tidak layak huni karena tidak berhak menerima bantuan Program Rutilahu akibat lahan yang ditempati sekarang adalah milik orang lain.

Baca juga :  Guru Kontrak Tak Terima Gaji, Dewan Tuding Disdikpora Tak Adil

“Mereka inilah yang harus segera kita carikan jalan keluar sehingga bisa dibantu untuk bisa tinggal dirumah yang lebih layak dan nyaman,” ujar Suwirta kepada Kepala Baperlitbang, Anak Agung Lesmana dan Perbekel Desa Paksebali, I Putu Ariadi.

Dengan adanya persoalan tersebut, Suwirta berencana segera memohonkan lahan milik Provinsi Bali agar bisa dibangunkan rumah layak huni sekaligus melakukan pemberdayaan kepada 27 KK miskin tersebut.

Baca juga :  Suwirta Minta Koperasi Lakukan Revitalisasi dan Inovasi

Harapan sama juga diutarakan Perbekel Paksebali, Putu Ariadi. Menurut Ariadi, Desa Paksebali telah mendapatkan bantuan rehab rumah sebanyak 131 KK dan bedah rumah untuk 10 KK. Namun sebanyak 27 KK miskin luput dari bantuan lantaran lahan yang ditempati adalah milik orang lain. Untuk itu pihaknya benar benar berharap Pemkab Klungkung bisa membantu warganya agar bisa tinggal dirumah yang benar benar layak huni.

Selain memberikan bantuan rehab rumah Rutilahu,  Suwirta dengan menggunakan dana operasionalnya juga kembali memberikan bantuan pelinggih atau tempat suci kepada keluarga Nengah Yudana, seorang buruh bangunan dari Dusun Kanginan, Desa Paksebali. Bantuan tersebut diberikan karena bupati melihat kondisi sanggah milik Nengah Yudana sangat tidak layak dan tidak terawat. Atas kondisi ini, Suwirta berinisiatif membantu pembangunan pelinggih, di antaranya Rong Telu, Padmasana, Pengijeng Karang dan Ngerurah.

Baca juga :  DPRD Klungkung Rancang Kenaikan Upah Tenaga Kontrak

“Dengan bantuan pembangunan pelinggih ini saya ingin keluarga Nengah Yudana supaya lebih mendekatkan diri dengan Ida Sang Hyang Widi Wasa sang pencipta, sehingga diberikan jalan untuk bisa keluar dari garis kemiskinan,” harapnya. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini