Dua Hari, Pasien Sembuh Covid-19 di Badung Sentuh Tiga Digit

picsart 22 02 16 19 11 10 713
Juru Bicara Satgas Covid-19 Badung, I Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra.

Mangupura, DENPOST.id

Angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kabupaten Badung, mencapai ratusan orang. Peningkatan pasien sembuh ini pertama kali muncul pada, Senin (14/2/2022), dengan jumlah 529 orang.

Padahal sehari sebelumnya angka pasien sembuh hanya mencapai 27 orang.

Kendati kasus sembuh menunjukkan peningkatan, Satgas Penanganan Covid-19 Badung, tetap menggencarkan penegakan protokol kesehatan. Pasalnya, kasus positif Covid-19 per hari masih tinggi.

Hal ini pun dibenarkan Juru Bicara Satgas Covid-19 Badung, I Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra. Menurut dia, angka kesembuhan mencapai tiga digit berlangsung selama dua hari. Namun, jumlahnya menurun pada hari kedua. “Angka kesembuhan pasien Covid-19 perdata kemarin mencapai 379 orang. Sehingga secara kumulatif mencapai 22.023 orang,” ungkap Jaya Saputra, Rabu (16/2/2022).

Baca juga :  Polres Jembrana Bentuk Satgas Satpam

Meski angka kesembuhan cukup tinggi, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Badung ini menerangkan tetap menyiagakan fasilitas kesehatan dan tempat isolasi terpusat (Isoter). Hal ini ditujukan untuk mengantisipasi tingginya kasus positif harian yang masih tinggi. “Seluruh faskes, SDM dan sarana pendukung termasuk tempat karantina atau isoter tetap disiapkan sebanyak tiga hotel dengan kapasitas 480 tempat tidur,” terangnya.

Di tengah tingginya kasus positif harian, pihaknya mengaku akan tetap menggencarkan sidak prokes. Terutama untuk daerah yang menjadi pusat keramaian, seperti fasilita umum dan fasilitas publik lainnya. “Selain itu kami juga akan mempercepat vaksinasi booster atau dosis ketiga kepada masyarakat,” ujarnya.

Baca juga :  Layanan Air Tersendat, Bupati Karangasem Minta Perbaikan Dikebut

Sementara untuk perayaan Nyepi Caka 1944, Jaya Saputra menjelaskan tetap mengikuti kebijakan dari Provinsi Bali, dan Surat Edaran (SE) Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali. Hal inipun telah disosialisasikan melalui camat dan MDA di masing-masing kecamatan. “Mulai dari upacara melasti, tawur agung kesanga dan pawai ogoh-ogoh diharapkan mengikuti kebijakan provinsi dan SE MDA Bali,” jelasnya. (115)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini