Pawai Ogoh-ogoh Diizinkan, Kapolresta Ajak Walikota Antisipasi Penyebaran Omicron

silah 1
SILAHTURAHMI - Kapolresta Denpasar, AKBP Bambang Yugo Pamungkas, saat bersilaturahmi dengan Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara.

Padangsambian, DENPOST.id

Mengikuti kebijakan Gubernur Wayan Koster, Pemkot Denpasar tidak melarang pengarakan ogoh-ogoh saat malam pangerupukan mendatang. Dalam menjaga penerapan protokol kesehatan (Prokes) di tengah meningkatnya angka positif Covid-19 akibat varian Omicron, Pemkot melakukan koordinasi dengan Polresta Denpasar.

Kapolresta Denpasar, AKBP Bambang Yugo Pamungkas mengaku telah bertemu dengan Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara. Selain untuk membahas upaya-upaya pencegahan penyebaran Covid-19, dia yang baru beberapa hari menjabat sebagai Kapolresta Denpasar juga memperkenalkan diri ke Walikota.

Baca juga :  Pemprov Harapkan ‘’Kick Off Meeting’’ AIHSP Dukung Pemulihan Ekonomi Bali

Bambang juga mengatakan, dalam pertemuan tersebut dibahas mengenai pengamanan jelang perayaan Hari Raya Nyepi. Termasuk pengarakan ogoh-ogoh di tengah pandemi di Denpasar termasuk Bali. “Kami mendukung dan juga meminta pencerahan ke pak Walikota terkait pengarakan ogoh-ogoh. Sesuai SE Gubernur, parade ogoh-ogoh diperbolehkan dan hanya melibatkan sebanyak 25 orang serta hanya di lingkungan banjar masing-masing. Untuk itu, dalam pelaksanaanya agar bersama-sama mengambil langkah antisipasi penanganan situasi, khususnya mengantisipasi penyebaran Omicron,” paparnya.

Lebih dijelaskan, kemungkinan gelombang pandemi bisa diatasi, sebab masyarakat Denpasar yang menjalani vaksinasi 1 dan 2 sudah terpenuhi. Bahkan telah melebihi jumlah penduduk Denpasar. “Kami berharap dukungan pemerintah khususnya kota Denpasar agar penerapan prokes tetap berjalan dengan baik,” katanya.

Baca juga :  Ikut Vaksinasi, Peserta Disediakan Hiburan Naik Tank

Sementara Walikota Jaya Negara menyampaikan, terkait dengan vaksinasi di Kota Denpasar saat ini lebih fokus dalam pelaksanaan vaksinasi tahap 3 di mana sudah tersedia kurang lebih 40 gerai setiap hari yang melayani vaksin untuk warga. Sedangkan untuk pelaksanaan pangerupukan dan pengarakan ogoh-ogoh, Pemkot Denpasar dalam waktu dekat akan menggelar rapat. Dikatakannya, pada intinya Pemkot tidak melarang kegiatan namun akan melakukan pembatasan.

Baca juga :  Gubernur Koster Paparkan Keunikan Geopark Batur di Hadapan Tim Assessor UNESCO Global Geopark

Sedangkan untuk kegiatan melasti juga akan diatur sehingga tidak terjadi kerumunan. “Terkait dengan pengarakan ogoh-ogoh kami tidak akan keluar dari kebijakan Gubernur dan perlu pengawasan atau pengaturan di lapangan sehingga kami membutuhkan dukungan dari Kepolisian dan TNI,” tegasnya. (124)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini