Ogoh-ogoh Diizinkan, Kapolresta Ajak Walikota Antisipasi Omicron

wali
PERKENALKAN DIRI - Kapolresta Denpasar AKBP Bambang Yugo Pamungkas (kiri) memperkenalkan diri ke Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara pada Ksmis (17/2/2022). (DenPost.id/ist)

Padangsambian, DenPost.id

Mengikuti kebijakan Gubernur Bali Wayan Koster, Pemkot Denpasar tak melarang pembuatan ogoh-ogoh serangkaian Pengerupukan pada 2 Maret mendatang. Untuk menjaga penerapan prokes di tengah meningkatnya kasus covid-19 akibat varian Omicron, Pemkot Denpasar berkoordinasi dengan Polresta Denpasar pada Kamis (17/2/2022).

Kapolresta Denpasar AKBP Bambang Yugo Pamungkas mengatakan bahwa pihaknya telah bertemu dengan Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara untuk menjaga  kamtibmas agar tetap kondusif. “Selain itu saya yang baru beberapa hari menjabat Kapolresta Denpasar memperkenalkan diri ke Pak Walikota,” tegasnya.

Baca juga :  Terkait Pembobolan Dana Nasabah, OJK Diminta Audit Sistem Bank Mega

Menurut Bambang, selain membicarakan situasi kamtibmas, pihaknya juga membahas pengamanan menjelang perayaan hari suci Nyepi. Termasuk pembuatan ogoh-ogoh di tengah pandemi yang masih tinggi di Kota Denpasar, termasuk Bali. “Kami mendukung dan minta pencerahan ke Pak Walikota. Sesuai SE Gubernur Bali, pengarakan ogoh-ogoh hanya diperbolehkan untuk 25 orang dan di masing-masing banjar. Untuk itu kami bersama-sama mengambil langkah antisipasi penanganan situasi,” bebernya.

Menurut Bambang, kemungkinan gelombang pandemi bisa diatasi, sebab warga Kota Denpasar yang divaksin dosis 1 dan 2 sudah terpenuhi. Bahkan melebihi jumlah penduduk Denpasar. “Kami berharap dukungan pemerintah, khususnya Kota Denpasar, agar penerapan prokes tetap berjalan dengan baik,”  tambahnya.

Baca juga :  25 Pasien Positif Covid-19 di Denpasar Sembuh

Sedangkan Walikota I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan vaksinasi di Kota Denpasar saat ini lebih fokus pada vaksin dosis 3 (booster). Kini tersedia kurang lebih 40 gerai setiap hari yang melayani vaksin untuk warga.

Sedangkan mengenai Pengerupukan dan pengarakan ogoh-ogoh, Pemkot Denpasar dalam waktu dekat ini menggelar rapat. Pada intinya, pemkot tidak melarang kegiatan, namun akan melakukan pembatasan. Sedangkan untuk melasti, juga akan diatur sedemikian rupa sehingga tidak ada kerumunan. “Mengenai pengarakan ogoh-ogoh, kami tidak akan keluar dari kebijakan Gubernur Bali. Perlu pengawasan atau pengaturan di lapangan sehingga kami membutuhkan dukungan dari kepolisian dan TNI,” tandas Jaya Negara. (yan)

Baca juga :  WNA Dalam Pengawasan Meninggal di Sanglah, Ini Kata Kadiskes

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini