Buka Usaha Kuliner Saat Pandemi, Leonard Sebut Masih Ada Peluang

picsart 22 02 21 10 34 29 494
MENU ANDALAN - Salah satu menu andalan yang ditawarkan Leonard Sukrisna.

Sumerta, DENPOST.id

Bagi Leonard Sukrisna, membangun usaha kuliner di tengah pandemi di Bali masih memiliki peluang sukses.
Hanya saja butuh kerja lebih keras dibandingkan buka usaha saat situasi normal, dan tentunya melalui berbagai pertimbangan matang.

“Di saat pandemi, orang menunda bisnisnya, saya memutuskan untuk memulai bisnis. Saat ini banyak restoran tutup, saya membuka restoran karena saya melihat itu sebagai momentum dan peluang,” ujar pria asal Jakarta ini saat diwawancarai, Senin (21/2/2022)

Leonard baru saja membuka usaha “Warunk Level Up Kitchen & Bar” di Jalan Sunset Road Kuta.
“Di saat normal, kalau kita melawan pengusaha restoran yang sudah besar, bisa dibilang kita ndak akan dianggap apa-apa. Tapi saat pandemi, yang saya lawan restoran besar yang lagi menutup cabang-cabangnya. Arti kata, di situ adalah peluang. Orang yang biasanya loyal ke restoran besar, akan kehilangan tempat yang dia tuju karena sudah tutup,” ujarnya.

Leo menyatakan, usaha dibuatnya lahir dengan kelebihan yang tidak ada di tempat lain.
Misalnya menjual produk yang berbeda dengan restoran lain, sehingga memiliki ciri khas. Maka setiap pebisnis dituntut harus inovatif dan kreatif.

Baca juga :  Disinfektan Ramah Lingkungan Mulai Didistribusikan

“Kita harus berinovasi terhadap sesuatu, saya tidak ingin jadi ‘follower’, tapi saya harus buat trend sendiri. Jadi orang akan mengingat warung ini,” ujarnya.

Salah satu inovasinya, Leo menyedot perhatian dengan menu khas roti yang panjangnya 60 centimeter, juga sup asam pedas yang diadposi dari kuliner Asia.

“Itu (roti 60 centimeter) orang-orang tahunya hanya ada di warung kami. Kita juga punya produk lain yang tidak ada di tempat lain. Semua orang tidak mengharapkan pandemi, tetapi bagi saya ini adalah peluang atau kesempatan,” ungkapnya.

Baca juga :  Rapid Test Pegawai RSD Mangusada Berlanjut

Dengan berinovasi, sebuah usaha akan memiliki daya saing. Begitu kondisi normal, kata dia, pengusaha pemula bisa bersanding dengan pebisnis senior lainnya.

Pemikiran tersebut mengantarkan Leo memiliki sejumlah cabang di seluruh Indonesia. Menariknya, warung pertama yang ia miliki justru dimulai sejak pandemi yakni tahun 2020.

Cabang kedua di Tangerang Selatan lahir bulan November 2020, cabang ketiga di Alam Sutera, Tangerang Selatan pada Desember 2020, dan cabang ke empat di Kuta, Bali lahir bulan Januari 2022.

Baca juga :  Syarat PPDN dari dan Menuju Bali Via Bandara Ngurah Rai Disederhanakan

“Selama pandemi kita lahirkan 4 cabang, kita sudah alami pasang surut korona, naik turun level PPKM sampai tutup satu bulan sudah kita alami semua,” katanya.

Leo berharap pandemi segera berakhir agar orang bisa keluar dan nongkrong lagi dengan keadaan seperti sebelum pandemi.

“Ekonomi akan bertumbuh lagi dan cabang saya tumbuh di mana-mana, akan buka di beberapa kota lagi,” pungkasnya. (106)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini