Maestro Seni Lukis dari Puri Bangli Tutup Usia

picsart 22 02 22 19 46 41 205
Almarhum Anak Agung Gede Bagus Ardhana.

Bangli, DENPOST.id

Maestro seni lukis Anak Agung Gede Bagus Ardhana, asal Tempek Puri Kilian, Banjar Adat Puri Agung Bangli, tutup usia, Senin (21/2/2022), dalam perawatannya di RSUD Bangli. Penglingsir Puri Agung Bangli yang juga Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Markas Cabang Bangli ini, meninggal pada usia 90 tahun.

Dia merupakan tokoh yang sangat berpengaruh di Bangli, mulai dari kisah heroik dengan kakaknya yang juga merupakan Pahlawan Nasional Kapten TNI. AA Gede Anom Mudita.

Saat ini, jenasah almarhum sudah berada di rumah duka. Menurut putra kelimanya, AA Gde Putra Temaja Ardana, jika almarhum memiliki riwayat sakit bronkitis, sejak puluhan tahun. Diceritakan dia, pada Minggu (20/1/2022) pagi, kondisi atahnya sempat drop hingga dilarikan ke RSU Bangli. “Kami larikan ke UGD, dilakukan pemeriksaan dan harus rawat inap,” ungkapnya, Selasa (22/2/2022).

Hanya saja, kondisinya semakin menurun sehingga pada, Senin (21/2/2022), dari ruang rawat dipindahkan ke ruang ICU. Hanya beberapa jam di ruang ICU, dinyatakan meninggal dunia. “Sekitar dua sampai tiga jam saja di ruang ICU,” katanya didampingi kerabat lainya.

Baca juga :  Dua Dapur Milik Warga Pinggan Ludes Terbakar, Kerugian Segini

Beberapa hari sebelum sakit, sejatinya almarhum melakukan aktivitas seperti biasa. Di usia yang sudah sepuh, almarhum masih melakukan aktivitas seperti melukis atau menghadiri kegiatan di masyarakat.

Ciri khas lukisanya adalah lukisan hanoman yang begitu fenomenal. Selain itu, almarhum juga sering membantu untuk ngodak (rehab) barong. “Sebelum sakit juga masih melukis tapi belum selesai,” ujarnya.

Sementara terkait perjuangan melawan penjajah tertuang dalam buku Merdeka Seratus Persen Kapten TNI AA Gde Anom Mudita. Dalam buku tersebut juga menceritakan tugas yang diterima AA Gde Bagus Ardhana.

Baca juga :  Made Tomy Martana Putra Nahkodai KNPI Badung

Disinggung terkait pelaksanaan upacara palebon, Agung Temaja mengatakan jika pihak keluarga masih akan meminta petunjuk pada sulinggih. Pihak keluarga sudah sempat berkoordinasi dengan Prajuru Adat Pande dan Puri Agung. Selain itu, masih komunikasi dengan LVRI Provinsi Bali, dan Kodim 1626/Bangli. Kemungkinan akan dilaksanakan upacara pelepasan secara militer. “Seperti apa upacara, pelaksanaanya masih kami komunikasikan dengan keluarga dan adat,” imbuhnya.

Kepergian almarhum meninggalkan 14 anak, serta puluhan cucu dan cicit. (128)

Baca juga :  579 Orang Positif Covid-19 dan 14 Pasien Meninggal Dunia di Denpasar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini