Sepekan, Dua Usaha Langgar Prokes di Badung Didenda

picsart 22 02 22 19 50 38 982
PEMERIKSAAN - Satpol PP Badung, saat melakukan pemeriksaan salah satu pemilik usaha yang melanggar prokes.

Mangupura, DENPOST.id

Selama sepekan, dua tempat usaha terjaring dalam sidak protokol kesehatan (Prokes) oleh tim Yustisi Kabupaten Badung. Kedua usaha tersebut, berlokasi di Jalan Raya Batu Belig, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kuta Utara.

Satpol PP Badung pun telah melakukan pemeriksaan kepada kedua pemilik usaha tersebut. Dari hasil pemeriksaan, pemilik usaha bersedia untuk melengkapi persyaratan dan membayar denda sebesar Rp1 juta.

Kasi Penindakan Satpol PP Badung, Dewa Made Sugira membenarkan jika telah ditemukan dua tempat usaha yang melanggar prokes. Menurut dia, pelanggaran yang dilakukan, yakni tidak adanya pembatasan kerumunan dan tidak memiliki QR Code PeduliLindungi. “Keduanya memang tidak memiliki QR Code PeduliLindungi, dan satu usaha tidak membatasi kerumunan di lokasi tersebut,” ujar Sugira, Selasa (22/2/2022).

Sesuai kewenangan Satpol PP, kedua usaha tersebut langsung diberikan surat pemanggilan untuk menjalani pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan kedua pemilik usaha telah mengakui kesalahannya dan kemudian bersedia untuk melengkapi persyaratan untuk pembukaan usaha kembali. “Sesuai dengan kebijakan tempat usaha yang melanggar akan ditutup selama 7 hari dan kami akan memeriksa perizinan mereka. Jika tidak memiliki izin kami akan memberikan surat teguran,” terangnya.

Baca juga :  Video Tausiah Desak Made Dharmawati, Ini Tanggapan Bandesa Agung MDA Bali

Sementara Kasatpol PP Badung, I Gusti Agung Ketut Suryanegara menambahkan saat ditemukan pelanggaran dari tempat usaha, maka akan dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). Selain menjalani pemeriksaan, pemilik usaha juga akan dikenakan denda sebesar Rp1 juta.

“Sesuai SOP, kami akan melakukan pemanggilan sekaligus pemeriksaan. Kami akan memastikan mereka sudah memiliki izin usaha atau tidak, kemudian saat melanggar prokes tempat usaha akan ditutup selama 7 hari dengan pemasangan police line,” paparnya. (115)

Baca juga :  Tim Gabungan Polda dan Imigrasi Ngurah Rai Tangkap Buronan Interpol

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini