25 Kg Narkoba Diselundupkan Lewat Jalur Laut dan Darat

narkoba
KURIR NARKOBA - Tersangka kurir narkoba, Muhamad Ansar dan Aulia Rahman, bersama barang bukti saat diamankan di Polresta Denpasar, belum lama ini. (DenPost.id/dok)

Padangsambian.id, DenPost

Masuknya puluhan kilogram (kg) sabu-sabu (SS) ke Bali melalui jalur laut dan darat diduga sengaja ditujukan ke salah satu hotel di Kuta, Badung.

Kapolresta Denpasar AKBP Bambang Yugi Pamungkas mengaku bahwa anggotanya masih menelusuri dan menyelidiki modus dua bandar yakni M dan F menyelundupkan SS dan ekstasi ke Pulau Dewata. “Masih kami selidiki. Tersangka, Muhamad Ansar dan Aulia Rahman (kurir) mengaku hanya disuruh mengambil barang bukti di salah satu hotel di Kuta. Dan orang yang menaruh narkoba ini (ke hotel) masih kami kejar. Nanti kami sampaikan jika sudah jelas,” tegasnya.

Sedangkan, menurut sumber polisi, beberapa pekan sebelum kasus peredaran narkoba ini diungkap Polresta Denpasar, sang bandar yakni M dan F mengirim dua kali SS serta ektasi dari Jawa ke Bali. Pertama: mereka mengirim 15 Kg, kemudian kedua 10 Kg. Barang haram itu diduga diselundupkan melalui pelabuhan. ‘’Mengenai modusnya, masih dilakukan pendalaman,” tegas polisi, Rabu (23/2/2022).

Dilanjutkannya, puluhan SS dan hampir 1.000 ekstasi itu rencananya diedarkan di wilayah Badung dan Denpasar. “Memang khusus untuk dua lokasi itu (Badung dan Denpasar). Ekstasi khusus diedarkan di tempat hiburan malam di Kuta dan Denpasar. Sedangkan SS diedarkan ke masyarakat umum, termasuk juga tempat hiburan malam,” tambah polisi.

Baca juga :  Masuki Tatanan Era Baru, Kunjungan ke Pusat Perbelanjaan Meningkat

Sebelumnya DenPost memberitakan pemasok belasan kg SS serta hampir 1.000 butir ekstasi yang disita dari dua pengedar, Muhamad Ansar dan Aulia Rahman, masih diburu polisi. Barang bukti narkoba bernilai Rp 30 miliar itu diyakini dikendalikan dua bandar besar jaringan nasional berinisal M dan F, asal Banjarmasin Barat, Kalimantan Selatan.

Kapolresta Denpasar AKBP Bambang Yugo Pamungkas, didampingi Kasat Narkoba Kompol Losa Lusiano Araujo mengatakan bahwa pihaknya masih mengembangkan keterangan tersangka Muhamad Ansar dan Aulia Rahman. “Kami masih buru pemasoknya. Peredaran ini modusnya jaringan terputus,” tegasnya.

Kedua tersangka merupakan pemain baru yang belum pernah ditangkap aparat penegak hukum. “Mereka mendapat perintah dari M dan F untuk mengambil narkoba di hotel. Kemudian narkoba itu dibawa ke tempat kos untuk dipecah dan diedarkan. Jaringan ini yang masih kami selidiki,” tegas Bambang Yugo.

Baca juga :  Diduga Mabuk, Terobos Lampu Merah, Pemotor Tewas

 

Terungkapnya kasus peredaran narkoba ini berawal dari penyelidikan anggota Sat.Resnarkoba Polresta Denpasar, hingga kemudian dibentuk tim khusus. “Kami membentuk tim mencari informasi, melakukan evaluasi, dan membuka jaringan ini,” tambah Bambang Yugo.

Hampir sebulan melakukan penyelidikan dan pengintaian, pada Sabtu (19/2/2022) sekitar pukul 16.00, polisi membekuk tersangka di Muhamad Ansar dan Aulia Rahman areal parkir Cyloam Residence di Kuta, Badung. Saat itu mereka membawa 1 Kg SS yang disembunyikan di dalam tas. Kedua tersangka lantas digiring ke tempat kosnya di Jalan Gelogor Carik Gang Jambu, Banjar Gelogor Carik, Pemogan, Densel. Dalam penggeledahan tersebut polisi menyita barang bukti berupa 128 bungkus plastik besar dan kecil yang berisi 18,5 kg SS dan 984 butir ekstasi serta serbuk ekstasi seberat 427 gram. “Barang bukti itu baru beberapa minggu diambil dari salah satu hotel di wilayah Kuta,” imbuhnya.

Baca juga :  PELAKU TABRAK LARI DI SIBANG DITANGKAP

Setelah diinterogasi, kedua tersangka mengaku sebagai kurir yang membawa SS. Mereka dikendalikan oleh bandar berinisial M dan F. Keduanya memberi imbalan kepada kurir sebesar Rp 65 juta.

Menimpali Kapolresta, Kasat Narkoba Kompol Losa Lusiano Araujo mengatakan barang bukti SS itu sudah berada di Bali sejak seminggu. Sebagian sudah diedarkan di Bali dan sekitarnya. Kedua tersangka mengaku bahwa  barang bukti SS seberat 18,5 kg merupakan sisa dari 25 kg SS yang sebelumnya masuk Bali. “Jadi, awalnya mereka sudah membawa 15 kg dan yang kedua 10 kg. Sisanya yang kami amankan ini (18 kg) dan 7 kg sudah beredar di Bali. Tapi kami masih memastikan apakah benar keteranga mereka itu,” bebernya. (yan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini