Inovasi I Nengah Tamba untuk Gilimanuk: Jadikan Pelabuhan Modern Pertama di Indonesia

labuh
PELABUHAN MODERN - Masterplan Gilimanuk yang dirancang Bupati Tamba menuju pelabuhan modern pertama dan megah di Indonesia. (DenPost.id/ist)

BUPATI Jembrana I Nengah Tamba tak henti-hentinya berinovasi untuk membangun daerah yang dipimpinnya. Selain mengembangkan berbagai sektor menuju ‘’Jembrana Bahagia’’, dia berencana merevitalisasi Gilimanuk menjadi pelabuhan modern pertama di Indonesia.

Kunjungan  Bupati Jembrana ke Pelabuhan Bajo di Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pekan lalu, merupakan salah satu pelajaran yang bisa dipetiknya untuk menata Pelabuhan Gilimanuk. Selama ini pelabuhan di Bali barat itu belum mencerminkan ciri khas Bali sesungguhnya dan masih merupakan pelabuhan lama. Bupati Tamba, lewat sambungan telepon Kamis (24/2/2022), mengatakan bahwa dia sengaja ke Bajo untuk finalisasi mapping rencana revitalisasi desain Pelabuhan Gilimanuk. Dia diskusi dengan tim Pengembangan ASDP dan konsultan dari ITB, Bandung, mengingat di Bajo sudah ada pelabuhan modern yang dilengkapi hotel. Pengembangan Gilimanuk ini pun nanti diharapkan menjadi pengembangkan ekosistem. Artinya, jangan sampai jika tol Gilimanuk-Mengwi dibangun, Pelabuhan Gilimanuk malah tetap wajah lama. Hal yang sama juga dilakukan Pemkab Banyuwangi untuk merevitalisasi Pelabuhan Ketapang, sehingga klop dengan rencana Tamba ini.

Baca juga :  BPOM Sidak Makanan Berbuka Puasa

Menurutnya, Gilimanuk nanti menjadi pelabuhan laut modern seperti halnya kita menunggu naik pesawat di setiap bandara: ada ruang tunggu kedatangan maupun keberangkatan yang benar-benar nyaman. Sedangkan kalau di Pelabuhan Gilimanuk selama ini, kebanyakan penumpang menunggu keberangkatan berlama-lama di kapal sehingga kurang nyaman. ‘’Di Pelabuhan Gilimanuk nanti kami bangun ruang tunggu, toko cenderamata, ruang kuliner, hingga mall. Dengan demikian, setiap penumpang bakal nyaman di pelabuhan laut,’’ tegas Tamba.

Begitu juga untuk kenyamanan, pihaknya berencana membangun hotel transit yang mengarah ke laut untuk melihat Teluk Gilimanuk.

Sedangkan para penumpang kapal diberikan tiket khusus yang berisi data-data lengkap, sehingga cukup menunggu di ruang khusus. Begitu kapal berangkat, mereka bakal dipanggil satu-per satu ke kapal dengan tertib menuju gate. Menariknya, para penumpang yang menuju kapal dengan jalan sekitar 200 meter, bukannya berada di bawah seperti selama ini, namun ada di atas semacam skywalk ala di Dubai atau Singapura. Hal ini tentu menjadi daya tarik tersendiri, karena penumpang bisa melihat laut atau ikan-ikan berenang.

Baca juga :  Bawaslu Jembrana Periksa Dua Saksi Terkait Masalah Ini

Intinya Tamba tak ingin lagi menyengsarakan penumpang yang lewat Gilimanuk hanya gara-gara menunggu lama-lama di kapal. Terlebih setiap hari, nyaris 5.000 hingga 7.000 orang hilir-mudik di Pelabuhan Gilimanuk yang perlu memperoleh pelayanan yang bagus. ‘’Namun Jembrana sama sekali tak mendapat apa-apa dari situ,’’ bebernya.

Karenanya dia berinovasi agar ada ruang komersial/usaha di Pelabuhan Gilimanuk, sehingga memberikan pendapatan bagi daerah setempat. Dengan adanya restoran yang bersih, pasar oleh-oleh atau mall, tentu memberi manfaat tambahan bagi para penumpang yang datang maupun pergi dari Bali, termasuk mendatangkan PAD.

Pihaknya juga melakukan penataan secara matang sehingga mencerminkan wajah Bali dan punya daya tarik. ‘’Kalau Gilimanuk tetap seperti sekarang, wah percuma kita nanti membangun jalan tol,’’ tegas mantan anggota DPRD Bali dari Fraksi Partai Demokrat ini.

Baca juga :  Polisi Tahan Tiga Tersangka Penipuan dengan Modus BPKB Palsu

Dari pelabuhan menuju mulut tol pun bakal dibangun boulevard yang bagus, dengan tanaman besar-besar seperti jalan menuju Pelabuhan Canghi, Singapura. Warga di Gilimanuk nanti tidak lagi ada warga yang jualan sembarangan di pinggir kiri-kanan jalan. Mereka bakal dimasukkan ke terminal. ‘’Untuk sementara ini, mereka masih kami toleransi, karena masih pandemi dan mereka perlu hidup. Tapi nanti kalau sudah normal, semua kami masukkan ke terminal sehingga sepanjang jalan menjadi bersih dan rapi,’’ bebernya.

Menurut Tamba, ini bukanlah angan-aman semata atau omong kosong. Sebagai bukti, pihaknya telah mempersiapkan masterplan yang matang. Mengenai pembangunannya nanti, Pemkab Jembrana juga melibatkan pihak swasta seperti pengelolaan hotel, mall dan pasar oleh-oleh. ‘’Sekarang saya masih mematangkan desain. Jika nanti sudah jadi, maka segera diunggah ke website Kabupaten Jembrana. Silakan nanti investor mana yang mau mengambil,’’ tandasnya, penuh semangat. (yad)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini