Antisipasi Kedaruratan Saat Nyepi, Desa Adat di Denpasar Dipinjami Motor Listrik

picsart 22 02 25 15 02 00 671
MOTOR LISTRIK - Pecalang mencoba motor listrik yang dipinjamkan oleh PLN dan komunitas motor listrik.

Sumerta, DENPOST.id

Dalam rangka menjamin kelancaran perayaan catur brata penyepian saat Nyepi, 35 desa adat di Denpasar difasilitasi satu unit motor listrik. Motor itu akan dikembalikan pada tanggal 5 Maret 2022.

Fasilitas yang dipinjamkan oleh PLN dan sejumlah komunitas motor listrik itu bertujuan untuk membantu tugas pecalang dalam mengatasi saat terjadi kegawatdaruratan.

Penyerahan motor listrik itu dilakukan di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Bali, Jumat (25/2/2022).

Dalam paparannya, Kadis Perhubungan Provinsi Bali, I Gede Wayan Samsi Gunarta, mengatakan, pemberian motor listrik ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Bali mewujudkan Bali energi bersih.

Baca juga :  Demo Mahasiswa Papua di Renon Dihalau Pecalang

“Nyepi kali ini kita akan coba maknai dengan sesuatu, salah satunya dengan mulai menggunakan kendaraan listrik. Desa yang belum punya kita kan pinjami kendaraan listrik dari komunitas, silakan digunakan oleh teman-teman ke jalan sebagai patroli saat perayaan Nyepi,” tuturnya.

Dia menyebut bahwa energi bersih menjadi konsentrasi Gubernur Bali, Wayan Koster, melalui Pergub Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih.

Pihaknya mengapresiasi gerakan dari komunitas motor listrik dan juga PLN yang mendukung persediaan tempat charger motor listrik ini.
Penggunaan motor listrik untuk patroli saat Nyepi diharapkan menjadi momentum menuju Bali era baru.

Baca juga :  Sosialisasi Narkoba, PDIP Libatkan BNN dan KPA

Sementara kepala humas PLN UID Bali, Made Arya, mengatakan, PLN memfasilitasi sebanyak 15 unit motor listrik untuk dipinjamkan kepada pecalang khususnya di Kota Denpasar.

Kepada perwakilan pecalang Kota Denpasar yang hadir dalam pertemuan itu, Arya berpesan agar penggunaan motor listrik ini jangan sampai mengganggu pelaksanaan catur brata penyepian.

Dia menyarankan agar motor listrik itu digunakan hanya pada saat darurat sehingga tidak terjadi lalu lalang kendaraan kendati pun motor listrik tidak bersuara.

Baca juga :  Gubernur Tambah Syarat Pengajuan IMB

“Jika ada kendala, agar berkoordinasi dengan kelian adat atau Bendesa, nanti petugas kami didampingi pecalang akan datang. Petugas kami juga telah dibekali surat tugas,” ungkap Arya.

Manggala Pecalang Kota Denpasar, Made Mendra, mengucapkan terima kasih atas pinjaman motor listrik tersebut.
“Nanti kami akan tempatkan di pos induk, jadi ketika ada yang penting, maka pecalang di pos induk akan datang ke lokasi,” katanya. (106)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini