Gubernur Bali Wayan Koster Percepat Dokumen Pre-‘’Flight’’ PPLN

kosterku
Gubernur Bali Wayan Koster

Denpasar, DenPost.id

Tata kelola pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) melalui Bandara Ngurah Rai kembali dievaluasi. Sejumlah aturan diputuskan dalam rapat evaluasi yang dipimpin Gubernur Bali Wayan Koster bersama instansi terkait di Jaya Sabha, Denpasar, Sabtu (26/2/2022). Salah satu keputusannya yakni mempermudah/mempercepat layanan bagi PPLN di Bandara Ngurah Rai dengan memastikan pemenuhan dokumen pre-flight  (pra-penerbangan) di bandara asal.

Pemenuhan dokumen pre-fIight di bandara asal di antaranya pengisian aplikasi PeduliLindungi, sertifikat vaksin, dokumen PCR tes negatif, E-CD Form, booking paket karantina hotel, dokumen imigrasi lengkap, dan asuransi perjalanan yang menanggung kasus covid-19. Pemenuhan dokumen pre-flight tersebut agar dikomunikasikan dan disosialisasikan secara luas kepada biro perjalanan wisata, maskapai, dan calon penumpang yang akan melakukan perjalanan wisata ke Pulau Dewata. Penempatan-pemantauan petugas keamanan (TNI/Polri) dibatasi hanya di pos tertentu sifat tertutup, dan ramah kedatangan. Penyediaan kendaraan angkutan darat disiapkan oleh pihak hotel sesuai kebutuhan dengan menerapkan prokes dan pemantauan armada secara ketat. Seluruh armada dan awak kendaraan didaftarkan ke Satgas Penanganan Covid-19 Bandara Ngurah Rai. Pihak hotel dapat bekerjasama dengan asosiasi perusahaan angkutan pariwisata (Pawiba). Kendaraan angkutan darat tidak menggunakan pengawalan dari bandara menuju ke tempat menginap. Pegawai hotel karantina, petugas bandara, awak kendaraan darat yang terlibat dalam bubble system diwajibkan melaksanakan tes swab PCR sekurang-kurangnya 1 kali dalam 7 hari kalender yang ditanggung oleh manajemen masing-masing. Hotel karantina berkewajiban menyiapkan kamar isolasi bagi tamu yang positif tidak bergejala.

Baca juga :  SEBUAH MOBIL TERBALIK, PENGEMUDI DIDUGA MABUK

Gubernur Koster juga berjuang keras ke pemerintah pusat agar aspirasi komponen pariwisata mengenai persyaratan kedatangan PPLN diberlakukan kebijakan yang lebih ramah dan kompetitif terhadap wisatawan. Hal itu menyangkut: wisman tanpa karantina, visa on arrival (VoA), dan visa kunjungan wisatawan dengan beberapa pilihan di antaranya visa kunjungan 30 hari dengan biaya 25 dolar AS/orang dan visa kunjungan 60 hari dengan biaya 50 dolar AS/orang dengan ditambah biaya persetujuan visa sebesar Rp 200 ribu/orang. Pemprov Bali akan menambah jumlah hotel karantina yang memenuhi persyaratan. “Komitmen bersama Pemprov Bali dan para pihak terkait dalam mengelola penanganan pandemi covid-19 dengan sebaik-baiknya serta penuh tanggung jawab, dengan diiringi doa agar pandemi covid-19 segera berakhir, astungkara,” tegas Surat Keputusan Bersama yang ditandatangani Gubernur Koster ini. (wir)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini