Operasi Keselamatan Agung 2022, Polresta Intensifkan Penindakan Geng Motor

picsart 22 03 01 14 31 21 037
APEL - Polresta Denpasar mengelar apel kesiapan Operasi Keselamatan Agung 2022.

Padangsambian, DENPOST.id

Selama dua pekan ke depan, Polresta Denpasar mulai mengelar Operasi Keselamatan Agung 2022. Selain pelanggaran lalu lintas, polisi juga mengintensifkan penindakan terhadap gerombolan geng motor dan penerapan protokol kesehatan di masa PPKM Level 3.

Kapolresta Denpasar, AKBP Bambang Yugo Pamungkas, mengatakan, operasi ini melibatkan 180 personel gabungan. “Keberadaan geng motor dan trek-trekan menjadi salah satu atensi kami. Keberadaan mereka sangat meresahkan masyarakat. Jangan main-main dan mencoba mengganggu keamanan di Denpasar, akan kami tindak tegas,” katanya, usai memimpin apel Operasi Keselamatan Agung 2022, Selasa (1/3/2022).

Baca juga :  Jelang Nataru, Pengawasan Prokes Kian Diperketat

Ditanya terkait masalah lalu lintas di wilayah hukum Polresta Denpasar, Bambang mengungkapkan, permasalahan di bidang lalu lintas saat ini berkembang cepat dan dinamis, dengan meningkatnya jumlah kendaraan bermotor dan populasi penduduk serta mobilitas. “Yang menjadi perhatian kami adalah keselamatan bagi pengguna jalan. Keselamatan memang sesuatu yang pertama dan utama dalam berlalu lintas,” ucapnya.

Menurut Bambang, keselamatan dalam berlalu lintas memang sering diabaikan bahkan tidak dianggap penting. “Tingkat kesadaran keselamatan pengguna lalu lintas, baik pejalan kaki, pengendara kendaraan bermotor, maupun pengguna jalan lainnya masih rendah.

Baca juga :  Bali Vaksinasi Perdana, Sejumlah Petinggi Gagal Penuhi Syarat

Bambang mengatakan, berdasarkan data jumlah kecelakaan lalu lintas, dalam operasi keselamatan agung 2021 sebanyak 8 kejadian mengalami peningkatan 2 kejadian atau meningkat 33% dibandingkan periode yang sama tahun 2020 sebanyak 6 kejadian. selanjutnya jumlah korban meninggal dunia operasi keselamatan tahun 2021 ada 1 orang, mengalami penurunan dari periode yang sama tahun 2020 yakni 2 orang.

“Secara umum bahwa dominasi pelanggaran yang terjadi adalah pelanggaran kelengkapan surat-surat kendaraan dan penggunaan safety belt. Melalui penyelenggaraan operasi keselamatan ini, maka diharapkan agar kesadaran dan kepatuhan dalam berlalu lintas di tengah mewabahnya Covid-19,” pungkas Bambang. (124)

Baca juga :  Empat Bulan, BPBD Denpasar Tangani Ribuan Kejadian

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini