BRI Bagikan Dividen Rp 26,4 T, Erick Thohir Sebut Holding Ultra Mikro Sukses

picsart 22 03 02 16 03 34 853
DIVIDEN - BRI membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya senilai Rp 26,4 triliun.

Jakarta, DENPOST.id

BRI membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya senilai Rp 26,4 triliun. Pembagian dividen dinilai menjadi bukti kesuksesan kinerja BRI dalam menjalankan bisnis ultra mikro di tengah pandemi Covid-19.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, pembagian dividen dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) BRI itu menjadi angin segar bagi dunia perekonomian mikro maupun makro. Secara mikro, BRI mampu menunjukkan mampu beradaptasi dengan model bisnisnya yang fokus mendukung UMKM.

Baca juga :  Suwirta Serahkan Kasur dan Lemari di Banjar Babung

Secara makro, kesuksesan di level mikro itu mampu berkontribusi dalam mendukung perekonomian nasional. “Hal ini menjadi bukti bagaimana BRI dengan holdingnya yang fokus pada ultra mikro mampu terus berkinerja secara positif dan sehat dalam mendukung UMKM. Ini tanpa melupakan kinerja perusahaan secara bisnis, dan yang lebih luas mampu menggerakkan perekonomian nasional secara umum,” ujar Erick dalam keterangannya, Selasa (1/3/2022).

Menurut Erick, keberhasilan holding ultra mikro ini juga dirasakan hingga ke pelaku usaha kecil. Berbagai program yang dilakukan BRI, termasuk kredit usaha kecil, nyatanya terbukti sukses dalam memutar perekonomian secara umum. “Ini adalah pilar perekonomian. UMKM yang terus bergerak dengan dukungan holding ultra mikro, dalam hal ini BRI, mampu menunjukkan kinerja yang sangat baik. Implikasinya terlihat dari level usaha riil di masyarakat. Ekonomi tumbuh. Di sisi lain, BRI pun menunjukkan catatan kinerja yang baik,” ujar Erick.

Baca juga :  Program Bedah Warung Di Badung Belum Terealisasi

Menteri BUMN menegaskan bahwa peran BUMN memang mesti menyeimbangkan sisi bisnis, pelayanan publik, sekaligus menjadi katalisator bagi ekonomi rakyat. “Apa yang ditunjukkan BRI jadi contoh bagaimana BUMN kita membuktikan mampu mencatatkan kinerja bisnis perusahaan yang baik, pelayanan publik yang maksimak, sekaligus menjadi motor dalam mendorong tumbuhnya UMKM,” pungkas Erick. (*/111)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini