Menuju Bali Bebas Karantina, Gubernur Minta Warga Wajib Vaksinasi ‘’Booster’’

koster123
Gubernur Bali Wayan Koster

Sumerta, DenPost

Pemprov Bali akan habis-habisan melakukan percepatan vaksinasi dosis ketiga atau booster. Percepatan dilakukan pada Minggu (6/4/2022) secara serentak di Bali. Komitmen itu disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster dalam rapat koordinasi (rakor) bersama kepala desa (kades), bendesa dan lurah dari seluruh Bali pada Jumat (4/2/2022) secara daring.

Dalam rangka percepatan itu, Gubernur Koster menugaskan para kepala desa, bendesa dan lurah, mengkondisikan masyarakat agar mengikuti vaksinasi booster.

 

Pemerintah mengevaluasi aturan agar masyarakat bisa segera divaksin booster, salah satunya dengan mengizinkan vaksinasi booster setelah tiga bulan vaksin kedua.  Sebelumnya, batas minimal untuk bisa di-booster minimal enam bulan. Upaya ini dilakukan Pemprov Bali menuju Bali agar dapat memberlakukan tanpa karantina bagi para pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) ke Pulau Dewata.

Baca juga :  Wujudkan Pariwisata Berkualitas, Pemkab Badung Gelar Gathering Ini

Guna memantik antusiasme masyarakat menjalani vaksiansi, Gubernur Koster menyarankan agar kantor kades tidak melayani administrasi masyarakat jika belum divaksin booster. Menurutnya tak ada alasan untuk tidak menjalani vaksin booster. “Perbekel, bendesa dan lurah, organisir agar masyarakat mengikuti vaksin terjadwal pada 5 dan 6 Maret, akan diberi komando. Itu tugas perbekel, bendesa dan lurah,” beber Koster.

Dia berharap program ini dapat digarap secara optimal di tingkat desa. Menurutnya, sukses-tidaknya percepatan vaksinasi booster ini menjadi penentu pulihnya perekonomian Bali.

Dalam sepekan sejak dicanangkan, Gubernur Koster menargetkan percepatan vaksinasi booster ini menambah capaian di Bali yang saat ini baru 20 persen lebih, menjadi 30 persen.

Baca juga :  Wakil Bupati Jembrana Sumbangkan Seluruh Gajinya untuk Ini

“Saat ini, dalam sehari bertambah bisa satu persen lebih. Kalau dengan percepatan bisa 1,5 sampa dua persen, saya kira dalam seminggu bisa 30 persen,” tandas Gubernur tamatan ITB ini.

Plt. Kadis Kesehatan Provinsi Bali Made Rentin menambahkan bahwa ketersediaan vaksin di Bali masih cukup. Saat ini Bali memiliki  800 ribu dosis vaksin yang akan didistribusikan ke pemkab-pemkab dan pemkot. Vaksiansi booster akan digelar di tingkat desa.

Mengenai pemberlakuan tanpa karantina bagi wisatawan mancanegara (wisman), Rentin menyebut keputusannya ada di tangan pemerintah pusat.

Baca juga :  Pasien Sembuh Capai 10 Orang, Masyarakat Diminta Tetap Patuh

“Awalnya pemerintah pusat berencana menerapkan tanpa karantina pada 14 Maret, namun oleh bapak Gubernur Bali dimajukan menjadi 7 Maret,” tandasnya. (wir)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini