Minyak Goreng Langka, Harga Kebutuhan Pokok Juga Merangkak Naik

picsart 22 03 07 18 11 26 584
MINYAK GORENG LANGKA - Kelangkaan minyak goreng yang terjadi di Kabupaten Jembrana.

Negara, DENPOST.id

Hingga saat ini, minyak goreng masih langka. Kelangkaan minyak goreng tidak hanya di toko modern, namun juga di pasar tradisional.

Di Pasar Umum Negara, para pedagang jarang yang menjual minyak goreng. Kalaupun ada, hanya beberapa pedagang yang stoknya masih ada sisa.

Salah seorang pedagang, Senin (7/3/2022), mengatakan belum ada kiriman dari distributor.
“Sulit sekarang stok dibatasi,” ujar salah satu pedagang di Pasar Umum Negara.

Selain terjadi kelangkaan minyak goreng, harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Jembrana mulai merangkak naik. Kenaikan harga paling tinggi, seperti cabai dan bawang. Naiknya hingga di atas Rp10 ribu setiap kilogramnya. Kenaikan harga kebutuhan pokok ini, diduga karena cuaca yang membuat petani gagal panen.
Selain itu, permintaan juga tinggi menjelang bulan ramadhan.

Baca juga :  Kematian Dianggap Tak Wajar, Kuburan Kadek Sepi Dibongkar

Di Pasar Umum Negara, sejumlah kebutuhan masyarakat mengalami kenaikan drastis.
Harga cabai sebelum hari raya Nyepi, seharga Rp40 ribu per kilogram dan naik hingga Rp60 ribu. Selain cabai, harga bawang merah dari harga Rp23 ribu, setelah Nyepi naik menjadi Rp32 ribu.

Menurut sejumlah pedagang, kenaikan harga cabai ini diduga karena cuaca buruk yang membuat petani gagal panen. Dampaknya cabai dari Buleleng, Bima, NTB dan Jawa, pasokan berkurang drastis. Sedangkan permintaan tinggi.

Baca juga :  Kemendes Dukung Jembrana Wujudkan Desa Mandiri Bahagia Berbasis Satu Data

Otomatis harga cabai melambung tinggi.
Sedangkan minyak goreng, hingga Minggu petang masih kekurangan stok. Pedagang tidak ada lagi menjual minyak goreng, padahal warga saat ini sudah mulai mencari minyak goreng.

Dampak kelangkaan minyak goreng ini, pedagang yang mengandalkan minyak goreng seperti pedagang lalapan dan pedagang gorengan mengalami kesulitan. “Sekarang untuk jualan jadi bingung. Semua pada naik. Kalau naikkan harga nanti pelanggan pada lari,” kata Dewi, salah seorang pedagang lalapan di Jalan Gatot Subroto.

Baca juga :  Toko SWT Dangintukadaya Dibobol Maling

Diharapkan kondisi ini segera berlalu. Karena sejak pandemi terjadi, para pedagang sudah tertekan dan ditambahkan lagi kelangkaan minyak dan kenaikan harga kebutuhan pokok. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini