Mediasi Sengketa Lahan Eks Puri Sanih Gagal

picsart 22 03 08 11 52 19 685
Kelian Adat Yeh Sanih, Jro Made Sukresna

Singaraja, DENPOST.id

Mediasi sengketa lahan eks Puri Sanih yang dilakukan di Pengadilan Negeri Singaraja, Senin (7/3/2022) gagal dilakukan. Para pihak yakni Kelian Desa Adat Yeh Sanih dan pemohon lain yang diwakili kuasa hukumnya tidak menemukan titik temu.

“Kemarin kita sidang mediasi, namun tidak menemukan titik temu. Ya bagi kami selaku Kelian Adat Yeh Sanih tetap memperjuangkan apa yang menjadi aspirasi krama,” ucap Kelian Adat Sanih, Made Sukresna, Selasa (8/3/2022).
Pria yang akrab disapa Jro Cilik ini tetap bersikukuh memohon kepada pemerintah dalam hal ini Gubernur Bali untuk memberikan kepastian akan lahan itu.

Baca juga :  Pemudik Lakukan Berbagai Modus, Polisi Siaga 24 Jam

“Bupati sudah pernah memediasi sebelumnya, namun gagal dan hingga ke PN. Nah, kami mohon kepada Pak Gubernur untuk melihat secara jernih masalah ini,” pintanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, lahan eks Puri Sanih di Desa Bukti, Kecamatan Kubutambahan seluas 55 are kini jadi rebutan antara pemohon HGB (Hak Guna Bangunan) dan Desa Adat Yeh Sanih. Setelah beberapa kali mediasi, pihak BPN akan melakukan pengukuran secara sporadik dari pemohon HGB. Namun rencana itu gagal lantaran ada penolakan dari pihak prajuru dan Krama Desa Adat Yeh Sanih.

Baca juga :  Menipu, Pecatan Polisi Kembali Ditangkap

Kelian Desa Adat Yeh Sanih, Jro Made Sukresna mengatakan, lahan yang berlokasi di sebelah timur DTW Kolam Renang Alam Air Sanih itu adalah murni milik Desa Adat Yeh Sanih.
“Kami menolak pengukuran, karena secara aturan HGB, pemohon lain (pengelola Eks. Hotel Puri Sanih_red) terlambat mengajukan permohonan perpanjangan HGB. Kami sebenarnya sudah mengajukan permohonan, cuma dari BPN sama sekali tidak mendapat jawaban, kemudian pengukuran itu ada. Itu intinya, sehingga kami menolak pengukuran yang dimohonkan oleh pihak lain,” ungkapnya Selasa (18/1/2022).

Baca juga :  Tindak Lanjuti Laporan Masyarakat, Dinsos Kunjungi Lansia

Dia menegaskan bahwa dari hasil pertemuan disepakati permasalahan lahan ini dilakukan melalui jalur hukum. (118)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini