Muncul di Metaverse, BRI Berikan Layanan Perbankan yang Unik

picsart 22 03 07 17 24 51 252
METAVERSE - menapaki jejak penuh sejarah dengan menjadi bank pertama di Indonesia yang masuk dalam ekosistem mataverse.

Jakarta, DENPOST.id

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menapaki jejak penuh sejarah dengan menjadi bank pertama di Indonesia yang masuk dalam ekosistem metaverse. Terobosan ini memungkinkan nasabah untuk mendapat akses layanan perbankan di ruang virtual dari mana saja dan kapan saja.

Kehadiran BRI dalam ekosistem metaverse ini tercipta setelah menandatangani nota kesepahaman bersama WIR Group. Hal itu diungkapkan Head of Research & Development Team sekaligus Chief Innovation Officer WIR Group, Jeffrey Budiman dalam Webinar Generasi Metaverse yang dihelat BRI belum lama ini. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Dhoni Ramadi selaku Executive Vice President dari Retail Payment Division BRI.

Jeffrey mengatakan, nasabah dapat merasakan pengalaman layanan perbankan secara imersif dan lebih ‘nyata’ melalui metaverse tersebut. Penyabet penghargaan The Young Achiever of The Year pada tahun 2012 versi majalah CMO Asia (Singapore) ini mengatakan inovasi digital di dunia perbankan merupakan keharusan mengingat adanya perubahan perubahan perilaku konsumen yang signifikan.

“Ke depan, kita dapat memilih layanan sesuai dengan preferensi kita. Baik layanan fisik, digital, sampai mataverse sudah hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di era saat ini yang serba dinamis. Jadi yang sekaligus saya luruskan adalah bahwa metaverse bukan sekadar jual beli NFT, itu (metaverse) adalah ruang virtual dengan pengalaman unik yang bisa menjadi tempat masyarakat mendapatkan kebutuhannya, termasuk perbankan,” terang Jeffrey.

Baca juga :  Koordinasi Penanganan Covid-19, Ketua Dewan Panggil Camat Se-Badung

Dalam webinar yang berjalan secara interaktif tersebut, Jeffry menambahkan metaverse dapat menjadi game changer inklusi keuangan di Indonesia. Sebab, ruang virtual itu telah meruntuhkan batasan ruang dan waktu, sehingga bisa dijangkau oleh nasabah dari seluruh penjuru Indonesia.

Seperti diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan inklusi keuangan bisa menembus angka 90% pada 2024. Hal ini juga sejalan dengan visi BRI untuk menjadi perseroan menjadi The Most Valuable Banking Group & Champion of Financial Inclusion pada 2025.
“Banyak hal yang bisa dieksplorasi oleh masyarakat saat berinteraksi di Metaverse. Jadi ruang virtual itu sangat bisa dipersonalisasi sehingga punya pengalaman yang sangat unik. Akan banyak kesempatan baru dan tidak menutup kemungkinan ada potensi ekonomi di sana,” kata Jeffrey.

Baca juga :  Serius Sosialisasi, Lanud Sam Ratulangi Rangkul RRI

Sementara itu, Direktur Bisnis Konsumer BRI, Handayani, mengungkapkan, perseroan senantiasa mengutamakan kenyamanan dan keamanan nasabah. Dengan memperkuat dua aspek itu, virtual branch di metaverse diklaim akan membawa nasabah pada pengalaman unik selama mendapatkan pelayanan.
Virtual branch di Metaverse ini tidak sekadar melayani kebutuhan perbankan nasabah.

Lebih dari itu, Handayani menuturkan BRI akan semakin dekat dalam melayani masyarakat dengan memberikan edukasi perbankan dan layanan digital lainnya yang dapat diakses kapan saja dan dimana saja. Digitalisasi ini pun diharapkan dapat semakin memudahkan masyarakat mendapat layanan perbankan secara cepat, mudah, efektif, dan aman.

Baca juga :  25 Tahun Puasa Emas, Petinju Bali Catat Sejarah di PON Papua

“BRI senantiasa mengedepankan customer experience dalam setiap layanan, hadirnya BRI ke dalam dunia Metaverse diharapkan bisa menjadi journey baru yang menyenangkan untuk customer sekaligus dapat menjangkau masyarakat lebih luas lagi untuk melakukan berbagai layanan transaksi digital juga costumer service yang lebih baik kedepannya, baik secara virtually maupun on-site,” ungkap Handayani.

Sejalan dengan inovasi produk BRI, kinerja sektor digital perusahaan mencatat pertumbuhan yang menjanjikan, salah satunya ialah mobile banking BRImo. Sampai dengan akhir 2021, Financial Super Apps milik BRI itu telah digunakan oleh lebih dari 14 juta pengguna dengan laju transaksi tumbuh sebesar 66,24% year on year (yoy) menjadi 1,27 miliar transaksi. (*/111)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini