Ditahan di LP, Warga Uzbekistan Tetap Berdonasi 

20220309 141204

Denpasar, DENPOST.id

Meski sedang menghadapi proses hukum, Dilshod Alimov (33) masih tetap memberikan donasi di sejumlah panti asuhan. Saat ini, pria asal Uzbekistan ini sedang menjalani persidangan ditahan di LP Kerobokan terkait dugaan kasus pencurian dokumen di perusahannya sendiri.

Menurut Susanto, kerabat dekat Alimov, Alimov masih tetap beramal dan berdonasi ke Yayasan Sosial dan Panti Asuhan meski kini ditahan di lapas. “Dia melanjutkan kegiatan amalnya. Alimov ingin kebutuhan para anak-anak di panti asuhan terpenuhi. Terutama di masa sulit seperti saat ini,” katanya, Rabu (9/3).

Susanto mengatakan, Alimov pernah memberikan bantuan sembako senilai puluhan juta rupiah kepada kelompok atau rukun warga muslim di masjid Al Hasanah di Canggu, Tibubeneng, Kuta Utara, Badung. “Waktu itu nilai yang dibantu cukup banyak untuk warga kurang mampu,” katanya, seraya berharap agar Alimov dalam kasus ini bisa mendapatkan keadilan.

Selain ke warga kurang mampu, sejak beberapa tahun lalu, Alimov juga rutin berdonasi ke yayasan khusus disabilitas di Banjar Kawan Tengah, Tampak Siring, Gianyar. “Alimov juga memberikan bantuan sembako di yayasan Panti Asuhan Sakinah di Sesetan, Denpasar Selatan. Dia kerap mengirimkan sembako sekali dalam dua Minggu untuk anak-anak panti asuhan lainnya. Seperti di Panti Asuhan Semarapura, Klungkung dan juga di Yayasan Sayangi Bali, Gatsu Tengah, Denpasar,” tegasnya.

Baca juga :  Langgar Jam Operasional, Rumah Makan Ditutup

Sementara itu, Alimov terjerat kasus hukum lantaran dilaporkan mencuri dokumen di perusahannya sendiri. Menurut kuasa hukumnya, Sri Dharen, awalnya Alimov mendirikan PT Peak Solutions Indonesia yang bergerak di bidang konsultan visa, KITAS, akunting, BPJS, pajak serta paspor bagi orang asing yang datang ke Bali.

Lantaran orang asing, dia kemudian bekerjasama dengan warga negara Indonesia berinisial F, yang selanjutnya menjabat sebagai direktur, sedangkan Alimov bertindak selaku komisaris perusahaan. Setelah beberapa tahun berjalan, sekitar bulan September 2021 terjadi konflik internal perusahaan antara Alimov dengan F.

Baca juga :  Pengedar Belasan Kilogram SS Diupah Rp 65 Juta

Alimov menduga adanya transaksi keuangan yang mencurigakan dari bulan September 2020 sampai dengan bulan September 2021. Sehingga Alimov kemudian meminta pertanggungjawaban laporan keuangan kepada F selaku direktur perusahaan. “F tidak memberikan tanggapan dan pertanggungjawaban laporan keuangan sebagaimana mestinya,” terang Sri Dharen.

Meski tidak memperoleh tanggapan dari F, Alimov mencoba sabar dengan terus menghubungi F agar melaporkan transaksi keuangan secara lengkap. Singkat cerita, Alimov kemudian datang ke PT Peak Solutions Indonesia pada tanggal 29 Oktober 2021. Kedatangannya untuk bertemu dengan F, sebagaimana saran dari pihak kepolisian. Namun 3 jam ditunggu, F tidak muncul ke kantor PT Peak Solutions Indonesia. Bahkan ketika dihubungi, F tidak memberi jawaban. Lama tak ada kepastian dari F, Alimov lalu mengambil dokumen di kantor tersebut untuk mengetahui laporan keuangan dan aktivitas perusahaan, guna dicocokkan dengan dokumen yang ia pegang.

Baca juga :  Bertahan di Masa Pandemi, UMKM Ikut Pelatihan Bikin Roti

Kemudian Alimov selaku pendiri perusahaan dilaporkan ke polisi dan dijadikan tersangka atas kasus dugaan pencurian. (124)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini