Jadi Musuh Negara, Paham Radikalisme Harus Dicegah dari Hulu Hingga Hilir

picsart 22 03 10 12 56 58 630
PERTEMUAN - Sosialisasi Peraturan Presiden Nomor 7 tahun 2021 tentang RAN PE berkolaborasi dengan Kementerian Dalam Negeri di Sanur, Denpasar Selatan, Kamis (10/3/2022).

Sanur, DENPOST.id

Unsur pemerintahan daerah berperan penting dalam mensosialisasikan Peraturan Presiden nomor 7 tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme (RAN PE) Berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme. Hal tersebut ditegaskan Kepala BNPT, Komjen Boy Rafli Amar, saat sosialisasi Peraturan Presiden nomor 7 tahun 2021 tentang RAN PE berkolaborasi dengan Kementerian Dalam Negeri di Sanur, Denpasar Selatan, Kamis (10/3/2022). Acara dihadiri perwakilan Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik (Kesbangpol) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) dari 34 provinsi di Indonesia.

“Permasalahan radikalisme, ektremisme, hingga terorisme merupakan musuh negara yang pencegahannya dilaksanakan mulai dari hulu hingga hilir,” tegas Boy Rafli.

Hadirnya Kesbangpol diharapkan menjadi vaksin yang memacu semangat menangkal virus radikal terorisme agar tidak berkembang di tengah masyarakat. “Mudah-mudahan dari kesbangpol, pemuka agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat dapat memacu semangat kita mengumpulkan solusi dalam rangka vaksinasi terhadap bangsa Indonesia agar bisa terhindar dari virus radikal terorisme. Karena ini adalah langkah-langkah pada tingkat hulu yang merupakan garda terdepan dalam menangkal dan membentengi masyarakat kita dari pengaruh dan propaganda paham radikalisme, intoleransi maupun ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme yang kian marak dewasa ini,” paparnya.

Dalam rangka mengoptimalkan pelaksanaan RAN PE, BNPT telah membangun sebuah platform koordinasi dan kolaborasi yaitu Indonesia Knowledge Hub on Countering Terrorism and Violent Extremism (I-KHub on CT/VE) yang pengelolaannya merujuk pada Surat Keputusan Kepala BNPT No. 206 Tahun 2021 tentang Indonesia Knowledge Hub on CT/VE (I-KHuB BNPT).

Baca juga :  Syarat Masuk Bali Dipermudah, Komponen Pariwisata Berterima Kasih ke Gubernur

“Platform ini merupakan platform berbasis digital yang berfungsi untuk penghimpunan data dan sarana berbagi informasi upaya penanggulangan terorisme dan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme,” jelasnya.

Sejalan dengan program BNPT, Direktur Jenderal Politik dan Pemerintah Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Dr. Bachtiar yang hadir pada kesempatan itu mendukung penuh upaya BNPT dalam membentuk dan melahirkan Perpres RAN PE sebagai misi utama menciptakan rasa aman bagi warga negara.

Baca juga :  Revitalisasi SDN 2 Ubung Tertunda, Ini Kata DPRD Denpasar

“Kami Kemendagri tentu berada di garda terdepan mendukung BNPT, berkomitmen melakukan upaya konkrit mendukung program BNPT dengan turut mensosialisasikan RAN PE di setiap daerah. Begitu RAN PE ditandatangani pak Presiden, kami langsung membuat surat edaran kepada jajaran pemerintah daerah meliputi gubernur, bupati/walikota, tentang pencegahan dan penanggulangan ektremisme,” ujarnya.

Sementara Chargé d’Affaires the Delegation of the European Union to Indonesia, Margus Solnso menyampaikan, kolaborasi ini didukung oleh Uni Eropa dan bertujuan untuk memperkuat kebijakan nasional dalam upaya pencegahan dan penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme.

Baca juga :  Satu Keluarga Besar di Kesiman Diisolasi dan Dijaga Ketat Satgas

Margus Solson menilai pentingnya sosialisasi Perpres No. 7 Tahub 2021 tentang RAN PE serta konsolidasi I-KHuB dapat berbicara tentang penanggulangan terorisme, dan ekstremisme kekerasan secara global ke berbagai negara yang dimana dari setiap negara anggota atau masyarakat memiliki peran di tengah percepatan teknologi-informasi. “Informasi berubah dengan cepat karena globalisasi, maka kerjasama sangat penting bagi kita masing-masing. Saya yakin kerja sama antara negara-negara Uni Eropa dan Indonesia ini akan memberikan dampak yang besar dalam penanggulangan terorisme dan ekstremisme kekerasan,” tandasnya. (124)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini