Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur “Nyejer” 14 Hari

picsart 22 03 10 18 46 31 373
NGAYAH - Jajaran pejabat Pemkab Bangli, dipimpin Bupati Sang Nyoman Sedana Arta, saat ngaturang ayah-ayahan di Pura Ulun Danu Batur, Kintamani, Bangli.

Bangli, DENPOST.id

Karya pujawali ngusabha kedasa di Pura Ulun Danu Batur, Desa Adat Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, akan nyejer selama 14 hari dengan puncaknya pada, Kamis (17/3/2022). Segala persiapan pun sudah dilakukan termasuk juga jajaran Pemerintah Kabupaten Bangli, melakukan ayah-ayahan, Kamis (10/3/2022).

Rombongan Pemkab Bangli, dipimpin langsung Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta; Sekda Kabupaten Bangli, Ida Bagus Gde Giri Putra, seluruh pimpinan beserta staf OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangli, diterima Jero Gede Batur Duhuran bersama prawartaka dan kesinoman.

Baca juga :  Ular Kobra Masuk Ruangan Hebohkan Pegawai Dinas Kominfo Jembrana

Bupati Sedana Arta dalam kesempatan tersebut, menyampaikan kegiatan ini merupakan salah satu wujud sembah bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, mengingat Pura Ulun Danu Batur adalah Pura Khayangan Jagat yang diyakini sebagai pemelihara keharmonisan dan stabilitas seluruh pulau. “Maka kita sebagai warga masyarakat Bangli, sudah sewajarnya untuk selalu ingat ayah bakti karena itu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengabdian untuk Sang Pencipta,” ujarnya.

Sedana Arta berharap dengan ayah-ayahan yang tulus dari Pemkab Bangli, ida batara yang berstana di Pura Ulun Danu Batur selalu memberikan sinar suci untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Bangli. “Kita harap lewat pelaksanaan karya ngusaba kedasa ini, Ida Sanghyang Widi Wasa memberikan berkah dan memberikan keselamatan kepada masyarakat Bali dan masyarakat Bangli khsususnya,” ujarnya.

Baca juga :  Begini Perayaan HUT Satpam di Polres Bangli

Sementara pengemong karya, Jero Gede Batur Duhuran menyebutkan pelaksanaan karya ngusaba kedasa telah dimulai sejak 2 Maret 2022.

Pangemong Pura Ulun Danu Batur, Jero Gede Batur Duhuran mengimbau pamedek yang tangkil agar menerapkan protokol kesehatan (Prokes). Pihak panitia karya telah menyiapkan sarana prokes, seperti tempat cuci tangan dan pengaturan tempat sembahyang dengan memberikan tanda supaya pamedek tetap jaga jarak. (128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini