Aktivitas Pengerukan Marak, Bukit di Dawan Mulai Banyak Bopeng

picsart 22 03 14 19 15 05 938
KERUK BUKIT - Salah satu aktivitas pengerukan bukit di Desa Paksebali, Dawan, Klungkung, yang menggunakan alat berat, Senin (14/3/2022)

Semarapura, DENPOST.id

Aktivitas pengerukan bukit mulai marak di Kabupaten Klungkung. Kondisi ini paling banyak terjadi di Kecamatan Dawan. Ada beberapa titik atau lokasi aktivitas pengerukan bukit terjadi di Desa Gunaksa, Desa Paksebali, dan di Dusun Pundukdawa, Desa Pesinggahan.

Aktivitas pengerukan bukit yang disinyalir untuk kepentingan proyek Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di eks Galian C, Klungkung inipun mulai dikeluhkan warga karena berdebu dan membuat jalan rusak.

Seperti terlihat di Desa Paksebali, Senin (14/3/2022). Aktivitas pengerukan dengan alat berat terlihat di sepanjang kawasan perbukitan di desa tersebut. Bukit-bukit yang sebelumnya berdiri kokoh dan hijau karena ditumbuhi beraneka tumbuhan, kini justru nampak bopeng akibat dikeruk.

Sementara material hasil pengerukkan diangkut truk-truk yang sudah siaga mengantri sepanjang hari. Kondisi serupa juga terjadi di kawasan perbukitan di Dusun Pundukdawa, Desa Pesinggahan, serta Dusun Babung dan Buayang di Desa Gunaksa.

Baca juga :  Jumat, 19 Pasien Sembuh dan 18 Positif Covid-19 di Denpasar

Truk-truk pengangkut material tanah terlihat lalu lalang hingga menyebabkan arus lalu lintas krodit, berdebu dan jalan rusak parah. Parahnya, aktivitas pengerukan bukit di lahan pribadi ini belum mengantongi ijin.

Seperti yang disampaikan Perbekel Gunaksa, Wayan Sadiarna. Pihaknya mengaku sempat turun dengan Kasatpol PP dan Damkar Klungkung, Putu Suarta untuk mengecek lokasi pengerukan di Dusun Buayang dan Babung. Dari hasil pengecekan, keduanya tidak mengantongi ijin dan pemilik lahan beralasan melakukan penataan lahan.

“Kalau dampaknya sudah jelas, jalannya rusak berat. Belum lagi aktivitas kendaraan besar yang lalu lalang sering ngebut dan berdebu. Warga yang manfaatkan jalan, khususnya yang bawa sepeda dan mobil jelas mengeluh karena jalan rusak sekali di sana. Apalagi jalan yang di Buayang lebih parah kondisinya,” ungkap Sadiarna.

Baca juga :  Lima Warga di Jembrana Digigit Anjing Liar

Menurut Sadiarna, sejatinya Desa Adat Gunaksa sudah memiliki pararem terkait larangan aktivitas pengerukan. Bahkan pada 31 Januari 2022, juga sudah dilakukan pertemuan untuk mempertegas pararem tersebut. Namun, pihak desa dilema untuk menegakkan pararem mengingat lahan perbukitan yang dikeruk berstatus hak milik pribadi.

“Ini sulitnya. Sudah dibahas warga yang punya lahan mengaku menata lahan. Sedangkan dia tidak punya izin. Ini membuat dilema di lapangan,” katanya.

Sementar Camat Dawan, I Dewa Gede Widiantara juga membenarkan terkait maraknya aktivitas pengerukkan bukit tersebut. Pihaknya juga sudah sempat melakukan pemantauan. Hasilnya, diperoleh informasi bahwa material pengerukkan tersebut digunakan untuk mendukung proyek PKB di eks Galian C.

“Pengerukkan memang ada di wilayah Desa Paksebali, Gunaksa, dan juga Pundukdawa. Hasil pemantauan, itu sebagai dukungan untuk proyek PKB. Kemarin sudah kita lakukan pemantauan juga untuk pembinaan dan kita sudah laporkan ke kabupaten dan memang kalau itu untuk proyek PKB sebagai dukungan,” ungkapnya.

Baca juga :  Pasien Menurun, RSUD Klungkung Tetap Siagakan Ruang Isolasi

Sebelum pengerukkan dilakukan, Dewa Widiantara memastikan sudah melakukan antisipasi terhadap daerah yang berpotensi bencana. Apabila lokasi pengerukkan dinilai rawan bencana, maka kegiatan pengerukan di titik tersebut tidak akan direkomendasikan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung, Ketut Suadnyana mengatakan timnya sudah sempat turun melakukan pengecekkan terkait aktivitas pengerukan tersebut pada Senin. Bahkan tim yang turun sudah memberikan tahapan yang harus dipenuhi pemrakarsa jika melakukan penataan lahan. Di antaranya apabila pengerukkan kurang dari 5.000 kubik maka pemilik lahan harus mengurus UKL UPL. Sebaliknya, jika lebih dari 5.000 kubik, maka perlu dilengkapi dengan Amdal. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini