Buntut Penolakan Pabrik Limbah B3, Komisi II DPRD Jembrana Temui Petani

picsart 22 03 16 10 43 38 003
KELUHAN - Para petani di Subak Awen, menyampaikan keluhannya kepada Ketua Komisi II DPRD Jembrana.

Negara, DENPOST.id

Guna menindaklanjuti keluhan para petani yang ada di daerah Tegal Badeng Timur terkait pabrik limbah B3, Komisi II DPRD Jembrana yang diketuai I Ketut Suastika mengadakan pertemuan dengan para petani/anggota subak Awen.
Ketut Suastika yang akrab dipanggil Cohok, Rabu (16/3/2022) mengatakan, banyak keluhan yang disampaikan petani kepada dewan.

Menurutnya ini harus menjadi perhatian buat instansi terkait agar para petani mempunyai semangat yang tinggi sesuai slogan Petani yang artinya Penyangga Tatanan Negara Indonesia yang menjadi tulang punggung dalam mempertahankan ekonomi kerakyatan.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada klian subak beserta jajarannya yang sudah bersedia meluangkan waktu untuk ikut andil dalam menjaga anggota petani, sehingga kita bisa duduk bersama guna mencari solusi beserta kendala-kendala yang di alami oleh petani terutama di daerah Subak Awen Barat,” jelasnya.

Baca juga :  PPKM Darurat, Wisatawan Nusantara Tetap Masuk Bali

Cohok menyampaikan beberapa hal yang dikeluhkan petani yaitu ada oknum makelar yang sudah beberapa kali mendatangi petani dan anggota subak untuk menggolkan pabrik limbah B3 di Subak Awen. “Demikian juga pihak perusahaan. Sudah ada sosialisasi dan petani menolak. Anggota subak sudah kompak menolak. Dikhawatirkan daftar hadir nanti dipakai kedok oleh oknum untuk meloloskan pabrik limbah B3. Padahal petani menolak,” tegasnya.

Para petani melarang ada pabrik limbah B3 di Subak Awen termasuk juga perusahaan yang akan menggunakan lahan pertanian karena limbah tersebut berpotensi merusak lahan pertanian.

Baca juga :  Satgas Covid-19 Sidak Klinik "Rapid Test" di Gilimanuk

Petani di Subak Awen katanya juga memohon bantuan pompa air dari pakai genzeet dialihkan ke listrik agar lebih efisien dan ramah lingkungan. Demikian juga pembelian solar untuk pertanian agar tidak ada kendala.
“Petani juga meminta tolong dijaga agar lahan pertanian di subak Awen barat khususnya dan Jembrana dari alih fungsi lahan. Jadikan pertanian andalan kehidupan dimasa pandemi. Bantuan-bantuan di bidang pertanian juga agar ditindakkan,” katanya.

Baca juga :  Pascabanjir Bandang, Pantai Medewi Dibersihkan

Dikatakan Cohok permasalahan ini yang akan menjadi PR buat dirinya sebagai anggota dewan ketua Komisi II membidangi pertanian. “Ini tentu akan kami koordinasikan dengan pihak terkait agar segera ditinda lanjuti,” pungkasnya.
(120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini