Antisipasi Serangan Hama Wereng Coklat, Dinas Pertanian dan Pangan Gelar Gerdal

picsart 22 03 16 20 00 44 930
GERAKAN PENGENDALIAN - Kadis Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, I Wayan Wijana, saat menggelar gerakan pengendalian di Subak Cangi selatan, Desa Sembung, Kecamatan Mengwi, Rabu (16/3/2022).

Mangupura, DENPOST.id

Untuk mengantisipasi meluasnya serangan hama wereng coklat (Nilaparvata Lugens) dan hama kresek yang menyerang tanaman padi di wilayah Kabupaten Badung, Dinas Pertanian dan Pangan bersama BPP Mengwi, petugas POPT dan petani setempat menggelar gerakan pengendalian (Gerdal) secara serentak, di Subak Cangi selatan, Desa Sembung, Kecamatan Mengwi, Rabu (16/3/2022).

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, I Wayan Wijana ditemui usai melaksanakan gerdal mengatakan kondisi cuaca ekstrem yang melanda Bali belakangan ini berdampak besar pada merebaknya berbagai serangan hama, baik di lahan persawahan, perkebunan maupun peternakan yang jika tidak diantisipasi dan ditangani dengan cepat akan berpengaruh pada menurunnya produksi pangan strategis. Untuk itu, pihaknya bersama jajaran penyuluh pertanian terus memonitor perkembangan serangan hama di masing-masing wilayah binaan agar dapat ditangani sedini mungkin untuk mengurangi resiko kerugian bagi petani dan mengamankan target produksi beras.

Baca juga :  Vaksinasi Anak Umur 6-11 Tahun Tahap Awal di Badung Capai 21 Ribu Lebih

Menurut Wijana, dalam kondisi kemarau basah yang terjadi saat ini, salah satu hama yang yang berkembang sangat cepat adalah wereng coklat karena didukung suhu dan kelembaban yang cocok dan mampu berkembang biak atau beranak sampai dengan 300 ekor. Subak Cangi selatan luasnya 81 hektar, berdasarkan hasil pengamatan petugas POPT luas serangan hama di subak ini mencapai 4 hektar, namun yang paling parah dan berpotensi gagal panen sekitar 1 hektar.

Gerakan pengendalian ini dilakukan untuk mencegah penyebaran yang lebih luas terutama bagi lahan atau subak yang berdekatan dengan lokasi serangan hama, serta menyelamatkan tanaman padi yang baru terindikasi kena serangan ringan. Para petani diharapkan dapat mengawasi dan menjaga lahannya dengan serius serta segera menghubungi PPL jika mulai ada gejala serangan untuk mendapatkan pendampingan dan penanganan secara bersama-sama. (115)

Baca juga :  Jembrana Komitmen Kurangi Sampah Plastik untuk Bali "Resik"

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini