Piodalan Pura Kanjeng Ratu Kidul, Bupati Tamba “Mulang Pakelem” Kebo Suci

picsart 22 03 17 19 35 47 876
MULANG PAKELEM - Mulang pakelem yang dilaksanakan serangkaian karya piodalan dan melaspas palinggih Kanjeng Ratu Kidul, di Pura Kanjeng Ratu Kidul, Kelurahan Gilimanuk.

Negara, DENPOST.id

Bertepatan dengan rahina werespati paing wuku dukut, purnama kedasa, Kamis (17/3/2022), Bupati Jembrana, I Nengah Tamba mengikuti seluruh rangkaian upacara yang dilaksanakan serangkaian karya piodalan dan pemelaspasan palinggih Kanjeng Ratu Kidul, di Pura Kanjeng Ratu Kidul, Kelurahan Gilimanuk.

Rangkaian piodalan dan pemelaspasan sendiri sudah dimulai sejak, Minggu (13/3/2022). Sementara puncaknya pada purnama kedasa.

Rangkaian puncak karya yang berlangsung dari pagi hari, diawali dengan pecaruan manca sanak, makuh, melaspas, nyuang ajengan jawa, ngebeji ngubeng dan mendak kanca. Prosesi karya dipuput Ida Nak Lingsir dari Griya Carik Desa Pergung.
Rentetan upakara juga dilanjutkan dengan matur pakelem kebo suci (yus merana) ke tengah laut, dengan banten ancak bingin dan ngaturang piodalan menggunakan banten bebangkit.

Prosesi mulang pakelem sebagai persembahan atau pengorbanan umat Hindu, atas rasa terima kasih kepada sang pencipta; serta manifestasinya dengan tujuan memohon dan menjaga keharmonisan alam semesta.

Baca juga :  Pangdam IX/Udayana Sediakan Pompa Hydram Tahap III

Usai ngaturang piodalan, Bupati Tamba beserta pejabat beserta krama Desa Adat Gilimanuk, serta pamedek yang hadir mengikuti persembahyangan bersama. Upacara  diakhiri dengan topeng Sidakarya dan upacara mekincang-kincung.
Prosesi piodalan dan melaspas, turut dipentaskan berbagai kesenian berupa tari-tarian/balih-balihan, seperti tari Penyambutan/tari Pendet, tari Rejang Dewa, tari Baris Gede, tari Topeng dari Sanggar Putri Bali Gilimanuk, serta Wayang Lemah sebagai rangkaian dari piodalan.

Baca juga :  Ratusan Anak Yatim di SMPN 2 Tembuku Terima Bantuan

Bupati Tamba mengucapkan terimakasih atas dukungan dari seluruh pejabat termasuk seluruh krama desa adat yang ikut terlibat dalam melakukan upacara pemelaspasan dan pecaruan catur rebah, serta matur pakelem kebo suci. “Maknanya adalah untuk memohon keselamatan agar masyarakat Jembrana terhindar dari segala marabahaya, terhindar dari mrana sehingga akhirnya semua masyarakat sehat dan bahagia,” ujarnya.

Usai piodalan, Bupati Tamba juga meresmikan Istana Ratu Pantai Selatan anyar (baru) di dalam areal Pura Kanjeng Ratu yang ditandai dengan penandatanganan prasasti. (c/120)

Baca juga :  Putus Mata Rantai Covid-19, Ini Kata Ketua Dewan Jembrana

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini