Dituduh Pemilik EA Copet, Hendrik Minta Pertanggungjawaban Media

togarku
KLARIFIKASI - Kuasa hukum Hendrik yakni Togar Situmorang memberi klarifikasi mengenai tuduhan terhadap kliennya pada Kamis (17/3/2022). (DenPost.id/ist)

DITUDUH secara tendensius lewat media cetak dan online, sebagai pemilik Robot Trading EA Copet,  Hendrik, melalui kuasa hukumnya Kantor Pengacara Togar Situmorang, bakal minta pertanggungjawaban atas berita-berita yang dibuat beberapa media.

Walau belum ada korban yang mengaku dari Bali, kuasa hukum Robot Trading, Togar Situmorang, S.H.,M.H., M.A.P., C.Med., C.L.A., Kamis (17/3/2022), mengungkapkan kecewa atas berita yang menjadi viral di sejumlah media dengan narasi sangat tendensius dan cenderung menggiring opini publik mengarah berita bohong. Dalam berita itu disebut bahwa para korban Robot Trading EA Copet telah memberi kuasa hukum ke Charlie Wijaya dengan membuat laporan ke Bareskrim Polri. ‘’Ada narasi yang menyudutkan klien kami sesuai berita orang yang mengaku sebagai kuasa hukum (diduga Bernama Carlie Wijaya) dari 3.000 sampai 5.000 orang,’’ tegasnya.

Baca juga :  Sidak Prokes di Jalan Padma, Tim Yustisi Denpasar Jaring 27 Pelanggar

Dalam berita itu juga disebut bahwa Hendrik sebagai pemilik Robot Trading EA Copet yang menimbulkan kerugian sebesar 39 juta dolar AS atau setara dengan Rp 557 miliar. Padahal Hendrik bulanlah pemilik, namun juga sebagai member (anggota) juga. Togar sebagai kuasa hukum Hendrik akan minta pertanggungjawaban atas pernyataan pada berita-berita di media nasional itu. ‘’Kami akan mengambil langkah hukum secara tegas lewat pidana dengan membuat laporan polisi karena ada dugaan pencemaran nama baik dan berita hoaks. Kami juga akan menggugat keperdataan demi kepentingan klien kami, Hendrik, untuk minta ganti rugi kepada siapa pun yang mengaku dirinya korban,’’ tegasnya, sambil berharap tidak ada korban dari Pulau Dewata.

Baca juga :  Antrean Kendaraan Mengular, Dewan Sarankan Ini ke UPT PKB Denpasar

Togar Situmorang juga menyebut bahwa Hendrik belum terbukti menerima uang senilai 39 juta juta dolar AS. Bahkan Hendrik mengaku pernah dikonfrontir di Jakarta Selatan pada 4 Maret 2022 sehingga merasa diintimidasi dan dituduh menerima sejumlah dana. ‘’Perasaan klien kami jadi tidak nyaman dan malu karena dilakukan di depan umum,’’ bebernya.

Sedangkan mengenai laporan di Bareskrim Polri, pihaknya tetap kooperatif  dan menghormati proses hukum. Sebelumnya, Charlie Wijaya, pendamping para korban Robot Trading EA Copet mengatakan jumlah korban dalam kasus ini mencapai ribuan dengan nilai kerugian 39 juta dolar AS. Charlie mengatakan bahwa dalam kasus ini, pihaknya melaporkan dua orang atas nama Riki Solpan (R), selaku pemilik Robot Trading ES Copet, dan tangan kanannya bernama, Hendrik (H). Laporan teregistrasi  di Bareskrim Polri pada 15 Maret 2022. (yad)

Baca juga :  Satu Lagi, Pasien Positif Covid-19 di Denpasar Meninggal

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini