Lama Tak Terealisasi, Dewan Kembali Soroti Rencana Inovasi Bisnis AMD PDAM Badung

picsart 22 03 18 17 58 00 938
Wakil Ketua Komisi II DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti.

Mangupura, DENPOST.id

Belum terealisasinya program air dalam kemasan (AMD) yang sempat dirancang Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Mangutama Kabupaten Badung hingga saat ini, menjadi sorotan kalangan DPRD Badung. Wakil Ketua Komisi II DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti kembali mendorong agar perusahan air minum plat merah tersebut, segera merealisasikan program yang sempat diwacanakan Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, beberapa tahun lalu.

Hal ini, diungkapkan Anom Gumanti saat melaksanakan rapat kerja dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan Komisi II DPRD Badung di Gedung Dewan, Jumat (18/3/2022).

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Badung tersebut, mengatakan PDAM Badung harus sudah memikirkan potensi sumber air yang dimiliki di Badung cukup besar untuk kepentingan bisnis air dalam kemasan. “Maaf, saya orang bisnis juga. Jadi, saya tahu pasar bisnis air dalam kemasan ini sudah jelas. Minimal air dalam kemasan ini bisa dipasarkan dari kawasan Puspem hingga ke desa-desa dan lingkungan di Kabupaten Badung. Ini potensi bagi pendapatan daerah kedepannya. Sayang kalau ini tidak dimanfaatkan secara baik. Saya kira investasi air dalam kemasan ini tidak begitu banyak, tinggal beli mesin saja dan tempat gudang, serta sumber daya manusia yang unggul untuk bisnis ini,” ujarnya.

Politisi asal Kelurahan Kuta ini mengatakan lebih lanjut untuk distribusi pasti sudah jelas. “Ada potensi didistribusikan ke kantor-kantor. Selain itu bisa juga ke hotel-hotel dan ini kemampuan perusahaan daerah yang melakukan pengelolaan. Sepanjang memenuhi kualitas dan daya saing, ya.. berani kita mengadu produk kita dengan produk yang lainnya,” terangnya.

Baca juga :  Kasus Positif Covid-19 di Denpasar Bertambah 362

Untuk uji cobanya, kata Anom Gumanti bisa dilakukan di tingkat intern pemerintahan Kabupaten Badung. “Kalau memang kualitasnya baik, memiliki daya saing dan memiliki nilai unggulan, kenapa tidak kita promosikan lebih luas lagi. Inilah yang menjadi pemikiran dan fokus PDAM Badung ke depan. Kalau dengan apa yang sudah dilakukan sekarang di masa pandemi ini, tidak ada pendapatan secara signifikan. Mudah-mudah ini sebagai terobosan dalam melakukan peningkatan pendapatan lebih signifikan,” ungkapnya.

Baca juga :  Sidak, Temukan Puluhan Duktang Tanpa Vaksin

Sementara Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mangutama Kabupaten Badung, Wayan Suyasa yang dihubungi terpisah mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti keinginan dewan. “Kita sudah membuat feasibility study. Untuk merealisasikan program tersebut ada biaya. Karena pandemi tahun 2021 pendapatan kami lebih parah dari tahun 2022. Untuk sementara, kita mengejar pembiayaan yang lebih urgen dulu,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan dia, saat ini pihaknya masih melakukan evaluasi pendapatan, apakah ada trend kenaikan atau malah sebaliknya. “Dari hasil evaluasi triwulan pertama ini, barulah kita bisa menentukan apa program AMD ini bisa kita eksekusi tahun 2022 ini atau tidak. Jika tidak, bisa dieksekusi tahun 2022 ini kita lakukan di investasi di tahun 2023. Kita juga harus pikirkan target balik modalnya juga, sehingga perusahaan tidak merugi nantinya jika investasi ini dijalankan,” tandasnya. (115)

Baca juga :  Sasar Hiburan Malam, Pengunjung Kafe dan Waitres Dirapid Antigen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini