Diduga Lakukan Pengeroyokan, Delapan Wargan Abuan Dipolisikan

picsart 22 03 20 19 18 38 040
PENANGANAN MEDIS - Korban, saat mendapatkan penanganan medis.

Bangli, DENPOST.id

Sebanyak delapan orang warga Banjar/Desa Abuan, Kecamatan Kintamani, Bangli dilaporkan ke Unit Reserse Kriminal Polsek Kintamani, Jumat (18/3/2022). Mereka diduga melakukan pengeroyokan terhadap I Nyoman Yodi Antara (22), pemuda dari Banjar/Desa Bonyoh, Kintamani, Bangli.

Dikonfirmasi, Kasi Humas Polres Bangli Iptu I Wayan Sarta, Minggu (20/3/2022), membenarkan kejadian tersebut. Hanya saja pihaknya belum bisa menerangkan lebih detail, alasannya pihak polsek masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. “Lagi menunggu perkembangan dari Kapolsek,” jawabnya singkat.

Pun saat dikonfirmasi langsung Kapolsek Kintamani, Kompol Benyamin Nikijuluw, belum memberikan tanggapan.

Sementara informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, kejadian itu diduga terjadi pada, Kamis (17/3/2022) sekitar pukul 23.30 Wita, dengan TKP di Banjar/Desa Abuan. Saat itu, korban bersama teman – temannya menghadiri undangan upacara keagamaan (melaspas) di sebuah agro wisata milik I Wayan Selamat, warga Desa Abuan.

Baca juga :  Polsek Payangan Bantu Disabilitas dan Warga Kurang Mampu

Dalam acara itu juga berlangsung konser musik Joni Agung, serta pertunjukan kesenian joged Bali. Sekitar pukul 23.30 Wita, kemudian korban bersama teman-temannya tersebut beranjak pulang. Saat itulah mereka bertemu dengan para terlapor. “Pelapor sempat bertanya pada terlapor, menanyai ada masalah apa kemarin dengan adik korban. Tapi oleh terlapor justru direspon berbeda terlapor malah mengajak urusan bersama adiknya korban dilanjutkan dan terlapor siap terserah korban,” ungkap sumber yang tak mau dikorankan.

Baca juga :  Longsor dan Banjir Terjang Bangli

Merasa ditantang, korban tak menghiraukan ucapan terlapor dan korban pun memilih pulang. Pada saat dalam perjalanan pulang dengan menggunakan kendaraan/mobil, pelapor dihadang oleh terlapor dan juga teman – teman terlapor di Jalan Raya Abuan. Karena merasa takut, pelapor langsung jalan dan mobil yang dikendarai pelapor sempat menyenggol sepeda motor milik terlapor. “Terjadilah aksi kejar-kejaran dari terlapor dan juga teman – temannya, selanjutnya kendaraan pelapor dihentikan dan pelapor dipaksa untuk keluar dari kendaraannya,” lanjut sumber.

Baca juga :  Kelas Seni PON Papua, Silat Bali Rebut 1 Perak dan 3 Perunggu

Setelah pelapor keluar, kemudian terlapor dan temannya memegang pelapor. Teman terlapor lainnya memukul pelapor dengan menggunakan tangan dan batu. Akibatnya kepala pelapor mengalami luka robek. (128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini