Badung Atensi Anjing Liar di Kawasan GWK

anjing 1
VAKSINASI - Kadis Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, I Wayan Wijana, saat kegiatan vaksinasi rabies dan pengawasan terhadap keberadaan anjing liar di kawasan GWK.

Mangupura, DENPOST.id

Untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat khususnya delegasi peserta pertemuan G20 di kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK), Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung gencar melakukan vaksinasi rabies dan pengawasan anjing liar. Vaksinasi rabies ini sekaligus untuk menekan kasus gigitan anjing di kawasan Kuta Selatan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, I Wayan Wijana, yang dihubungi pada Selasa (22/3/2022) mengatakan, sebagai daerah yang sangat heterogen wilayah Kuta Selatan memang rawan terhadap penyebaran rabies. “Sesuai perintah bapak Bupati, kami gencar melakukan upaya pencegahan supaya meminimalisir munculnya kasus positif rabies di daerah penyangga kawasan Nusa Dua seperti Kelurahan Benoa, Jimbaran dan Tanjung Benoa serta Desa Ungasan,” terangnya.

Baca juga :  Kunjungan wisatawan ke Nusa Dua Meningkat 124%

Dia mengaku mendapat laporan dari manajemen GWK terkait keberadaan anjing liar di kawasan itu. Hasil pemantauan tim yang diterjunkan ke lapangan ditemukan populasi anjing liar yang cukup banyak. “Jika tidak ditangani secara bersama-bersama akan dapat mengganggu kenyamanan para delegasi dan wisatawan yang sudah mulai ramai berkunjung ke sana,“ ucapnya.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kata Wijana, pihaknya sudah merancang strategi. Mulai dari menerjunkan tim untuk melakukan pemetaan, berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Ungasan untuk mengimbau warganya agar tidak melepas liarkan anjingnya, melaksanakan vaksinasi massal, berkomunikasi dengan manajemen GWK dan LSM penyayang anjing untuk melakukan realokasi. “Langkah terakhir terpaksa melakukan eliminasi jika ada indikasi rabies serta mengancam keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Baca juga :  Pantau PTM, Pastikan Semua Guru Tervaksin dan Prokes Ketat

Berdasarkan hasil pemetaan, populasi hewan penular rabies (HPR) di Desa Ungasan ada sekitar 2.420 ekor. Hewan ini yang akan diupayakan mendapatkan vaksinasi rabies yang saat ini sedang berlangsung. “Kami harapkan masyarakat agar membawa anjing dan kucing peliharaanya ke tempat pelayanan sesuai jadwal atau menghubungi petugas untuk layanan jemput bola. Kami juga melayani vaksinasi rabies di Mangupura Vet Care Puspem Badung,” tandas Wijana. (115)

Baca juga :  Dukung Kehidupan Berkelanjutan, IKEA Indonesia Luncurkan KÅSEBERGA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini