Di Jembrana, Warga Mulai Beralih ke Minyak Curah

picsart 22 03 24 16 06 50 184
Ilustrasi

Negara, DENPOST.id

Sejak terjadinya kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng kemasan, warga beralih ke minyak curah. Harga minyak curah memang relatif lebih murah. Untuk mendapatkan minyak curah, warga juga rela antre.

Keni, salah seorang konsumen mengatakan, dirinya terpaksa beralih ke minyak curah dikarenakan minyak goreng kemasan harganya sangat mahal sekali. ” Saya sehari-hari menjual gorengan. Sebagai pedagang kecil, saya tidak mungkin menaikkan harga gorengan. Untuk meminimalisir kerugian, jadi saya beralih ke minyak curah,” katanya, Kamis (24/3/2022).

Baca juga :  Pantau Gilimanuk, Kapolda Bali Tegaskan Jalur Tikus Diawasi

Diakui Keni, memang minyak curah warnanya agak kehitaman dan juga kualitasnya berbeda dengan minyak goreng kemasan.
“Saya beli per liternya Rp 15.500. Terkait keuntungan yang didapat dari hasil jualan gorengan, belum diketahui. Nanti dicoba dulu,” katanya.

Salah seorang penjual minya goreng, Ni Kadek Ariani mengakui kini kebanyakan warga mencari minyak curah karena harganya relatif lebih murah. “Kalau minyak goreng kemasan sekarang harganya Rp 24 ribu per liternya, minyak curah Rp 15.500,” ujarnya. (120)

Baca juga :  Putuskan Jadi Agen BRILink, Pasutri Ini Sukses Tingkatkan Taraf Hidup

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini