Proyek Jembatan di Jalan Gatsu Timur Lamban, Banyak Warga Menyoroti

jembat
SERING AKIBATKAN MACET - Pembangunan jembatan di Tukad Penatih di Jl.Gatsu timur, Dentim, yang sering mengakibatkan kemacetan panjang, akibat lambannya proyek ini. (DenPost.id/ist)

Denpasar, DenPost.id

Hampir enam bulan berlalu, tepatnya sejak September 2021, proyek tiga jembatan di Jalan Gatot Subroto (Gatsu) timur, Denpasar, belum juga menunjukkan tanda-tanda cepat selesai. Padahal sesuai rencana, pembangunan ketiga jembatan itu diharap rampung pada Desember 2022.

Lambannya pengerjaan proyek itu banyak disoroti warga, karena mengakibatkan kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas (lalin) di beberapa tempat. Selain kemacetan berlarut-larut di lokasi proyek,  hal serupa juga terjadi di dua jalur alternatif yakni Jl.W.R. Supratman dan Jalan Padma, Penatih, Dentim, dan sekitarnya.

Warga Gianyar, Nyoman Ardana, Minggu  (27/3/2022), mengakui bahwa pembangunan ketiga jembatan di Gatsu timur sangat lamban, karena pekerja yang menggarap proyek maupun peralatan yang ada tampak minim di lapangan. ‘’Saya sehari-hari lewat proyek sering mangkel karena wantu antre rata-rata lima menit untuk lewat satu jembatan saja. Sepeda motor dan mobil yang lewat cukup banyak. Maklum jalur ini adalah antarprovinsi,’’ tegas pria yang kerja di Kota Denpasar ini.

Warga lainnya, Gede Suastika, menambahkan hingga sekarang belum kelihatan tanda-tanda proyek ada perkembangan baru, ‘’Saya lihat sehari-hari, proyek  segitu-gitu saja. Belum ada tanda-tanda cepat selesai,’’ tegasnya.

Baca juga :  Hadiri Lokasabha X MGPSSR Kota Denpasar, Ini Kata Giri Prasta

Suastika menyebut kendaraan, terutama truk-truk besar dan bus pariwisata, yang melewati ketiga proyek jembatan itu cukup banyak. Terlebih pada pagi dan sore hari, antrean kendaraan mengular. Dia mencontohan di paroyek jembatan Tukad Penatih, antrean kendaraan bisa sampai di perempatan Jl.W.R. Supratman-By-pass Ngurah Rai. ‘’Pergerakan kendaraan sangat lambat karena harus melalui tiga proyek jembatan yang dikerjakan bersamaan. Walau diatur petugas proyek, kendaraan kecil seperti sepeda motor tak sabar mengantre sehingga terjadi penumpukan di dekat proyek,’’ tegas Suastika.

Baca juga :  Positif Corona Meningkat, Warga Luar Diminta Tak ke Denpasar

Menurut dia, sejak pengerjaan ketiga proyek jembatan di Gatsu timur ini, arus lalin di Jl.W.R.Supratman meningkat tajam. Begitu juga di Jl.Padma, Penatih, dan sekitarnya, kendaraan yang lalu-lalang tak terbendung karena jalur itu selama ini untuk jalan pintas dari Batubulan ke Denpasar. Kemacaten juga sering terjadi di sekitar traffic light Jl.Nusa Indah-W.R.Supratman. ‘’Sebelum ada proyek tiga jembatan di Gatsu timur, kemacetan tak separah itu, karena kendaraan banyak masuk kota untuk menghindari kemacetan di Gatsu,’’ tambahnya.

Suastika berharap agar pejabat terkait, seperti Gubernur Bali Wayan Koster, menyempatkan diri meninjau ketiga proyek jembatan ini agar cepat selesai demi lancarnya urat nadi lalin di Kota Denpasar. Terlebih Jl.Gatsu merupakan jalur tiga provinsi NTB, Bali dan Jatim. ‘’Genjot pimpro agar anak bekerja lebih cepat. Jangan biarkan berlarut-larut, karena menghambat perekonomian,’’ tandasnya.

Baca juga :  Wartawan Peringati Hari Lahir Bung Karno

Pantauan DenPost di lapangan, proyek ketiga jembatan itu memakan waktu lama karena hampir sama dengan membangun kembali. Selain perbaikan landasan pada dua sisi sungai, juga ada pelebaran.

Sedangkan para pengendara sepeda motor  tetap saja lewat Jl.Gatsu timur, padahal sudah disarankan melalui jalur alternatif. Mereka rela antre bermenit-menit walau kepanasan. ‘’Daripada memutar jauh-jauh, saya lebih baik lewat Gatsu. Ya harus antre setiap hari di tiga proyek jembatan,’’ ujar seorang warga, sambil antre di jembatan Tukad Penatih. (yad)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini