Ogoh-Ogoh Kolosal di GWK, Libatkan Ratusan Seniman Tari dan Tabuh

picsart 22 03 28 14 47 48 133
KOLOSAL - Ogoh-ogoh kolosal yang digelar di GWK untuk menarik kunjungan wisatawan.

Kutsel, DENPOST.id

Suasana malam di kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK), Minggu (27/3/2022) malam tempak berbeda.
Puluhan ogoh-ogoh besar dan kecil meramaikan areal Lotus Pond depan Patung GWK.
Hal ini berkaitan digelarnya ogoh-ogoh Kolosal serangkain festival ogoh-ogoh 2022 bertajuk “Amerebut Tirta Amertha”. Kegiatan ini disambut antusias penonton yang memadati areal Lotus Pond lokasi tempat acara berlangsung.

Marketing Communication and Event Division Head GWK Cultural Park, Andre R Prawiradisastra, ditemui di lokasi memaparkan, pagelaran ogoh-ogoh kolosal ini melibatkan 500 seniman, penari dan penabuh. Selain itu ada 15 ogoh-ogoh ditampilkan. Ogoh-ogoh yang tampil tersebut berasal dari seluruh daerah Bali.
Mereka ini telah diajak bekerjasama dalam upaya memajukan seni dan budaya Bali. “Saat kami berkeliling ke wilayah Bali, kami beberapa kali menjajagi seka teruna. Kami mengharapkan agar ogoh-ogoh yang mereka arak saat pengerupukan tidak dibakar, tapi agar dibawa ke GWK. Tidak ada peminjaman ataupun jual-beli dalam proses ini, murni untuk pelestarian seni dan budaya,” bebernya.

Baca juga :  Satgas Covid-19 Badung Siagakan Call Center dan Teleconference

Selain ogoh-ogoh kolosal, pihaknya juga menampilkan hasil dari kompetisi ogoh-ogoh mini. Penilaian dalam kompetisi ini melibatkan 3 mestro ogoh-ogoh Bali, yaitu Putu Marmar Herayukti, Komang Gede Sentana Putra alias ‘Kedux Garage’ dan Ida Bagus Nyoman Surya Wigenam alias Gusman Surya.

Sebanyak 112 hasil karya peserta yang berasal dari seluruh Bali itu akan ditampilkan di bawah patung GWK pada tanggal 2 April 2022 mendatang.
Total hadiah yang disediakan dalam lomba tersebut sebesar Rp 30 Juta, dengan berbagai kategori yang diperlombakan.

Baca juga :  Mancing, Sampan Terbalik, Siswa SMA Hilang Tenggelam

Lebih jauh kata Andre, event tersebut sebenarnya sejak 3 tahun lalu sudah dilaksanakan di GWK. Hanya saja karena terkait pandemi, event tersebut sempat vakum selama 2 tahun. “Dulu rencananya ada seribu orang penari, penabuh, dan seniman yang akan terlibat. Karena pandemi maka itu gagal, padahal undangan dan marketing sudah disebar,” katanya.

Dia berharap melalui event itu jumlah pengunjung bisa meningkat 300 persen dari kondisi normal, yang kini mencapai 2.000 kunjungan per hari. “Event ini gratis bagi pengunjung yang membeli tiket masuk ke GWK, jadi event ini include. Sampai tanggal 8 Mei, kita berikan harga khusus untuk tiket masuk ke GWK,” pungkasnya. (113)

Baca juga :  Sekda Badung Hadiri Puncak Karya "Mlaspas Palinggih" di Pura Batu Bolong

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini