Kasus Gigitan Anjing Meningkat, Jembrana Masih Waspadai Rabies

picsart 22 03 30 19 11 51 730
STERIL ANJING - Sterilisasi anjing yang dilakukan petugas untuk mengurangi populasi anjing liar di Jembrana.

Negara, DENPOST.id

Banyaknya anjing liar di pelosok desa menjadi kekhawatiran warga belakangan ini. Apalagi anjing tersebut, tidak divaksin. Kasus gigitan anjing belakangan juga meningkat, sehingga rabies masih menjadi atensi serius untuk waspada rabies.

“Anjing-anjing liar itu harus ada pengawasan dari instansi terkait. Karena di tiap desa kan ada petugas harus dikoordinasikan dengan Dinas Peternakan,” kata seorang warga Melaya, Wayan Sudiarsa, Rabu (30/3/2022).

Apalagi di wilayah Melaya, katanya cukup banyak kasus gigitan anjing. Belakangan ini juga di setiap kecamatan di Jembrana, terjadi kasus gigitan anjing positif rabies. Jika sebelumnya kecamatan Pekutatan sempat nihil kasus gigitan anjing positif rabies sejak kasus terakhir tahun 2019 lalu, pada Maret 2021, justru kembali ditemukan satu kasus baru gigitan anjing rabies.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Selasa (22/3/2022), kasus gigitan anjing positif rabies ini terjadi di wilayah Banjar Juwuk Manis, Desa Mangisari, Pekutatan. Seekor anakan anjing lokal berjenis kelamin jantan menggigit dua orang pada, Jumat (11/3/2022).

Baca juga :  Basmi Hama Tikus, Pemkab Gianyar Lepas Burung Hantu

Karena merasa curiga, kasus gigitan ini dilaporkan kepada petugas Medic Veteriner Kecamatan Pekutatan, sehingga ditindaklanjuti dengan melakukan pengambilan sampel otak anjing untuk dilakukan pengujian di Laboratorium Balai Beser Veteriner (BBVet) Denpasar. Hasil dari pengujian, menyatakan anjing tersebut positif terpapar rabies.

Sedangkan dua korban gigitan sudah mendapatkan penanganan medis. Selain kasus baru di Kecamatan Pekutatan tersebut, penambahan kasus gigitan anjing positif rabies juga terjadi di Kecamatan Melaya. Kasus gigitan anjing positif rabies kali ini terjadi kembali di wilayah zona merah di Banjar Sarikuning, Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya. Seekor anjing lokal betina berumur tiga tahun menggigit dua orang pada, Senin (13/3/2022).

Baca juga :  Pembangunan Pabrik Limbah B3 Diminta Sosialisasi Ulang

Kasus gigitan ini diketahui terjadi karena ada provokasi dari korban. Setelah dilakukan pengambilan dan pengajuan sampel otak anjing, hasilnya dinyatakan positif rabies.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana, drh. I Wayan Widarsa dikonfirmasi mengakui adanya dua kasus gigitan anjing postif rabies. Salah satunya diakuinya kasus baru untuk wilayah Kecamatan Pekutatan, yang terdiri dari delapan desa yang selama tiga tahun terakhir sempat terkategorikan wilayah zona hijau.

Baca juga :  Tidak Ada Bias Gender, Ini Cara BRI Jaga Kesetaraan Remunerasi

Menurut dia, kasus positif di Juwuk Manis itu lokasinya berdekatan dengan perbatasan antara Jembrana-Buleleng.
Ia juga menyebut kedua anjing positif rabies tersebut, memang belum mendapatkan vaksin rabies. “Kami lakukan respon di wilayah terjadinya kasus dengan vaksinasi emergenci terhadap HPR (hewan penular rabies),” ungkapnya.

Dengan adanya penambahan dua kasus baru ini, ia menyebut kini akumulasi kasus gigitan anjing positif rabies di Jembrana sudah mencapai 31 kasus. Sedangkan jumlah desa/wilayah yang terpapar selama tiga bulan berjalan sudah mencapai 23 desa/kelurahan yang tersebar di seluruh kecamatan. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini