Dibantu Pusat Rp15 Miliar, Klungkung Batal Pinjam Dana PEN

picsart 22 03 30 19 13 47 075
RESERVOIR - Salah satu reservoir yang dibangun di wilayah Nusa Penida, Klungkung.

Semarapura, DENPOST.id

Pemkab Klungkung, akhirnya batal meminjam dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sekitar Rp45,4 miliar untuk proyek peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Mata Air Nusa Penida, melalui optimalisasi Perumda Panca Mahottama (PDAM). Pembatalan tersebut dilakukan, lantaran pemerintah pusat melalui BWS Bali Penida turut mengalokasikan anggaran sekitar Rp15 miliar untuk objek yang sama di Nusa Penida.

“Untuk pinjaman PEN bukan tidak lolos, tapi kita (pemkab) yang membatalkannya untuk PDAM-nya. Karena ada anggaran dari pusat jadi tidak boleh overlapping (tumpang tindih),” ungkap Sekda Klungkung, Gede Putu Winastra, Rabu (30/3/2022).

Menurut Winastra, semua persyaratan untuk pencairan pinjaman PEN sejatinya sudah terpenuhi. Hanya saja sebelumnya Pemkab Klungkung sempat melakukan penundaan lantaran ada anggaran dari pemerintah pusat yang bersumber dari APBN untuk proyek peningkatan SPAM Mata Air Nusa Penida. Supaya tidak terjadi tumpang tindih penganggaran, maka Pemkab Klungkung memutuskan untuk membatalkan pinjaman PEN yang dialokasikan untuk proyek peningkatan SPAM Mata Air Nusa Penida.

“Memang sudah sempat dibahas di APBD dan sudah mau ajukan anggaran. Tahu-tahu di BWS ternyata ada anggaran untuk objek yang sama. Maunya juga kita potong setengah dari PEN, tapi juga tidak boleh karena ijin lokasinya sama,” katanya.

Baca juga :  Bupati Suwirta Buka Kegiatan Padat Karya di Desa Kutampi

Selain itu, Sekda Winastra juga mengatakan ada sedikit perbedaan sistem pengerjaan proyek peningkatan SPAM Mata Air Nusa Penida jika dikerjakan dengan pinjaman PEN dengan APBN. Walaupun anggaran dari APBN lebih kecil dari usulan pinjaman PEN, pemerintah pusat melalui BWS Bali-Penida akan mengerjakan proyek peningkatan SPAM Mata Air Nusa Penida dalam beberapa tahap.

“Kalau dengan dana dari APBN, BWS akan membangun bertahap karena kewenangan dari pusat, pertama prioritas untuk reservoir I. Kalau PEN sebelumnya rencananya dibangun semuanya sampai reservoir 3. Dengan usulan pinjaman mencapai Rp45 niliar,” ujarnya.

Baca juga :  Jaga Habitat Penyu, Desa Adat Kesiman Lepaskan Ratusan Tukik di Pantai Biaung

Hal senada juga dikatakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang Perumahan, dan Kawasan Permukiman Klungkung, I Made Jati Laksana. Pihaknya mengakui pengerjaan proyek peningkatan SPAM Mata Air Nusa Penida memang tidak melalui pinjaman PEN, melainkan ditangani BWS dengan APBN. Pengerjaan juga akan dilakukan bertahap. Tahap pertama dianggarkan Rp15 miliar, kemudian tahap kedua diusulkan pada tahun 2023 mendatang dengan anggaran Rp58 miliar.

Baca juga :  Berniat Kabur, Dua Pelaku Curanmor Didor

“Anggaran dari APBN ini lebih besar dari usulan pinjaman PEN. Kalau tidak salah akan dikerjakan 2 tahap, tahun pertama Rp15 miliar, tahun depan dianggarkan Rp58 miliar untuk tahap kedua,” jelasnya, seraya mengatakan untuk perencanaan secara rinci belum dikoordinasikan dengan pihak BWS. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini