Seorang Kakek di Mangguh Ditemukan Tewas di Kandang Sapi

picsart 22 03 31 12 11 46 384
OLAH TKP - Polisi melakukan olah TKP di kandang sapi tempat ditemukannya korban tewas tergantung di Mangguh, Kintamani. DENPOST.id/ist

Bangli, DENPOST.id

Kasus dugaan bunuh diri terjadi di Kabupaten Bangli. Kali ini seorang kakek, I Nyoman SA (84) dari Desa Mangguh, Kecamatan Kintamani ditemukan tewas dalam kondisi tergantung di kandang sapi di kebun miliknya, Rabu (30/3/22) sekitar pukul 18.30 Wita dan dilaporkan pukul 21.00 Wita.

Sesuai keterangan saksi yang merupakab anak korban, I Nyoman SU (45), Rabu pukul 11.00 diketahui ayahnya seperti biasa pergi ke kebunnya. Namun sampai menjelang petang tak kunjung pulang. Saksi pun memberitahukan ke iparnya, saksi I Wayan NU (60). “Mereka kemudian bersama-sama mencari keberadaan korban ke kebunnya. Saksi sempat memanggil-manggil korban, namun tak ada jawaban,” ungkap Kapolsek Kintamani, Kompol Benyamin Nikijuluw, didampingi Kasi Humas Polres Bangli Iptu I Wayan Sarta, Kamis (31/3/22).

Baca juga :  Gudang dan Garase di Kintamani Ludes Terbakar

Setelah sampai di kandang sapinya, para saksi sudah mendapati orangtuanya tergantung. Korban langsung diturunkan dibantu anggota kerluarga, kerabat serta warga lainnya, kemudian melaporkan ke Polsek Kintamani. “Dari keterangan para saksi, korban sebelumnya sering mengeluh sakit pada mata kanan karena mengidap tumor. Sakitnya sudah lama,” jelas Beni.

Sementara dari hasil pemeriksaan luar oleh Tenaga Kesehatan Puskesmas Kintamani VI atas nama Luh Gede Wahyu Agus Darwati, pada tubuh korban tidak ditemukan tanda kekerasan fisik. Kondisi mata kanan terpejam karena tumor. Sudah dalam kondisi kaku mayat dan ada bekas jeratan di leher. “Atas kejadian tersebut pihak keluarga menerima kematian korban sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan otopsi dengan membuat surat pernyataan. Barang bukti yang kami amankan berupa tali plastik warna biru dengan panjangnya kira-kira dua meter,” pungkas Beni. (128)

Baca juga :  Ujian Sekolah di Bangli Digelar Tatap Muka,  Guru-guru Mulai Divaksin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini