Pemkot Denpasar dan IDAI Bali Lakukan Pencegahan Stunting Secara Berkelanjutan

picsart 22 04 05 18 17 50 579
TATAP MUKA - Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Bali, dr. IGN Sanjaya Putra, Sp.A(K) bersama timnya bertatap muka dengan Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Selasa (5/4/2022)

Dauh Puri, DENPOST.id

Pencegahan penyakit stunting (gangguan pertumbuhan akibat kurang asupan gizi) pada anak di Kota Denpasar, telah digencarkan melalui berbagai program sinergis. Sebagai langkah optimalisasi program pencegahan stunting ini, dilakukan lagi berbagai terobosan.

Hal ini, terungkap saat Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Bali, dr. IGN Sanjaya Putra, Sp.A(K) bersama timnya, serta Kadis Kesehatan Kota Denpasar, dr. Luh Putu Sri Armini, M.Kes., bertatap muka dengan Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, SE.MM., di Kantor Walikota Denpasar, Selasa (5/4/2022).

Baca juga :  Bule Terkapar di Kepaon Kejutkan Warga

Wakil Walikota Kadek Agus Arya Wibawa mengapresiasi kinerja bagus yang selama ini telah dilakukan seluruh stakeholder bersama Pemerintah Kota Denpasar, dalam hal ini Dinas Kesehatan Kota Denpasar terkait pencegahan dan penaggulangan stunting pada anak. “Apalagi, dengan optimalisasi program penanganan stunting ini, diharapkan sepenuhnya tidak ada lagi kasus stunting di Kota Denpasar. Selama ini upaya menurunkan dan memutus angka stunting di Kota Denpasar juga telah digencarkan berbagai program, seperti Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada balita kurang gizi dan ibu hamil,” jelas Arya Wibawa.

Sementara Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Bali, dr. IGN. Sanjaya Putra, Sp.A(K) menyebut saat ini angka stunting di Kota Denpasar berada dikisaran angka 9 persen, alias masih termasuk rendah dari angka nasional, yakni 14 persen. “Tentu kami dari IDAI menargetkan untuk dapat menurunkannya lagi. Terlebih lagi, ada penelitian yang menyebutkan bahwa bayi di bawah dua tahun yang sering mengalami gangguan kesehatan, terutama gangguan pencernaan (diare) akibat rotavirus berpotensi mengalami stunting karena penyerapan gizinya terganggu yang berakibat pada gangguan pertumbuhan,” ungkapnya.

Baca juga :  Edukasi Penerapan Prokes, Korem Batasi Peserta Komsos

Karena itu, penting ditingkatkan program pencegahan berkelanjutan dimulai dari fase pra nikah hingga fase kelahiran anak yang diawasi posyandu dan pusat kesehatan lainnya. Kedepannya perlu juga dirancang vaksinasi rotavirus yang mekanismenya dikaji dan disiapkan IDAI bersama Pemkot Denpasar. (112)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini