Dua Kantor MDA Dapat Mobil Operasional dari BPD dan Pegadaian Denpasar

picsart 22 04 06 11 28 00 086
MOBIL OPERASIONAL - Majelis Desa Adat Kabupaten Jembrana dan Karangasem kini memiliki mobil operasional yang diperoleh dari program Corporate Social Responsibility (CSR) BPD Bali dan PT. Pegadaian Kantor Wilayah VII Denpasar.

Sumerta, DENPOST.id

Majelis Desa Adat Kabupaten Jembrana dan Karangasem kini memiliki mobil operasional yang diperoleh dari program Corporate Social Responsibility (CSR) BPD Bali dan PT. Pegadaian Kantor Wilayah VII Denpasar. Mobil diserahkan pada Selasa (5/4/2022) di Jayasabha, Denpasar.

Gubernur Bali menyampaikan terima kasih kepada BPD Bali dan PT. Pegadaian Kantor Wilayah VII Denpasar atas bantuan mobil operasional tersebut.

Sebelumnya pada 23 Desember 2021, Gubernur Wayan Koster juga telah memberikan bantuan 1 unit mobil untuk operasional MDA Kabupaten Buleleng yang bersumber dari bantuan CSR Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Bali. “CSR yang diberikan oleh BPD Bali dan PT. Pegadaian Kantor Wilayah VII Denpasar ini akan saya prioritaskan dulu untuk MDA yang jarak tempuhnya jauh, seperti MDA Kabupaten Karangasem dan MDA Kabupaten Jembrana,” terangnya.

Koster juga menyatakan akan terus berjuang melakukan komunikasi dengan berbagai perusahaan milik BUMN maupun perusahaan lainnya di Bali, agar seluruh MDA Kabupaten/Kota Se-Bali mendapatkan mobil operasional. Kendaraan ini dirasa perlu sebagai salah satu penunjang kegiatan MDA Kabupaten/Kota Se-Bali ddalam melestarikan Adat Istiadat, Tradisi, Seni Budaya dan Kearifan Lokal Bali yang ada di setiap Desa Adat.

Baca juga :  Musim Hujan, Masyarakat Denpasar Diminta Waspadai Demam Berdarah

“Saya tekankan kepada para pengusaha-pengusaha, supaya ada timbal balik. Karena kita menghirup udara di Bali, beraktivitas untuk mengembangkan usaha di Bali, kemudian mendapatkan manfaat, keuntungan dan maju usahanya tentu harus ada kontribusi untuk merawat Bali ini secara bersama-sama, selain yang utama dalam usaha itu adalah mendorong usahanya sendiri agar mendapatkan manfaat,” ujar Koster.

Dia juga mengatakan, kalau alam Bali tidak memberikan restu, maka apapun yang dilakukan di Bali tidak akan bisa maju. Karenanya, supaya aktivitas kehidupan bisa berjalan dengan baik dan ekonominya normal, maka alam, manusia, dan kebudayaan Bali harua dijaga dengan menguatkan keberadaan desa adat.

Baca juga :  Satpol PP Tangani Protes Sopir Logistik Soal Kebijakan Tes Cepat

“Jikalau desa adat sudah kuat, maka Adat Istiadat, Tradisi, Seni Budaya, dan Kearifan Lokal Bali akan terjaga dengan baik. Hal ini kemudian akan membuat Bali memiliki karakter serta daya tarik hingga dicintai oleh masyarakat dunia dengan berpariwisata ke Bali. Jadi ekonomi di Bali ini hulu-nya adalah budaya” tandasnya. (106)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini