Kasus Rabies di Klungkung Didominasi Anjing Peliharaan

picsart 22 04 07 14 44 06 036
VAKSINASI - Petugas melakukan vaksinasi anjing di Desa Tegak Klungkung beberapa waktu lalu.

Semarapura, DENPOST.id

Walaupun telah gencar melakukan vaksin, kasus gigitan anjing rabies masih menghantui wilayah Klungkung. Berdasarkan data yang diperoleh di Dinas Pertanian Klungkung, selama Januari-Maret 2022 tercatat sudah ada lima kasus anjing rabies. Mayoritas anjing yang terjangkit virus rabies tersebut justru merupakan anjing peliharaaan dan tidak tervaksin.

Kepala Dinas Pertanian Klungkung, Ida Bagus Juanida, ketika dimintai konfirmasi, Kamis (7/4/2022) mengatakan, tahun 2022 ini, kasus anjing rabies pertama terdeteksi di Desa Kamasan pada tanggal 10 Februari. Anjing tersebut merupakan anjing peliharaan salah seorang warga di desa setempat. Bulan selanjutnya, yakni sepanjang Maret ada empat kasus anjing rabies yang tersebar di Kelurahan Semarapura Klod Kangin, Tegak, Bungbungan, dan Desa Pesinggahan.

Baca juga :  Posting Status Jelek-jelekkan Pemerintah di Sidak PPKM Darurat, Pemilik Toko HP Diamankan

“Sama seperti di Desa Kamasan, keempat anjing tersebut merupakan anjing peliharaan namun belum divaksin,” ungkap Juanida.

Juanida sangat menyayangkan bahwa anjing yang terjangkit virus mayoritas merupakan anjing peliharaan. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa budaya masyarakat dalam memelihara anjing perlu dibenahi. Karena memelihara anjing, tidak cukup hanya memberi makan saja. Tetapi juga harus dirawat dan diberi vaksin secara rutin.

“Belum lagi kalau punya anjing betina terus punya anak, anak anjing yang betina lalu dibuang begitu saja. Mengubah pola pikir ini yang susah. Padahal penanggulangan rabies gampang, kalau didukung oleh masyarakat,” katanya.

Baca juga :  Bubarkan Freestyle, Satlantas Polres Klungkung Sita 20 Motor

Selain meningkatkan pembinaan kepada masyarakat, Juanida mengatakan vaksinasi masih menjadi kunci untuk mencegah penularan rabies. Untuk itu, jajaran Dinas Pertanian tetap menggulirkan program vaksinasi anjing massal. Sementara, terkait ketersediaan vaksin, dikatakan sudah disiapkan melalui anggaran APBD.
“Untuk vaksin tahun ini masih terbatas. Tahun ini, yang sudah pasti tersedia dari APBD II, sebanyak 5.000 dosis dan akan ada tambahan dari APBN, tetapi jumlahnya belum dipastikan,” pungkasnya. (119)

Baca juga :  Gunakan Keranjang, Pendederan Telur Penyu di Pantai Watu Klotok Malah Diserang Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini