Kemitraan Infrastruktur Indonesia-Australia untuk Perbaikan Transportasi di Bali

sabtu konsul
TERIMA KONJEN - Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima kunjungan Konjen Australia di Bali, Anthea Griffith, pada Kamis (7/4/2022). (DenPost.id/ist)

Denpasar, DenPost.id

Pemerintah Australia memberikan apreasiasi sebesar-besarnya kepada Gubernur Bali Wayan Koster atas visinya untuk meningkatkan mobilitas transportasi bagi masyarakat dan jutaan pengunjung yang datang ke Bali setiap tahun. Konsul Jenderal (Konjen) Australia di Bali, Anthea Griffith, mengungkapkan hal itu saat berpidato dalam acara serah-terima sustainable urban mobility plan (SUMP) untuk wilayah metropolitan Sarbagita di Jayasabha, Denpasar, Kamis (7/4/2022).

Hadir pada kesempatan itu Gubernur Bali Wayan Koster, Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas Rizal Primana, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali Samsi Gunarta, Kepala Bappeda Provinsi Bali Ika Putra, perwakilan pemprov dan kabupaten se-Bali.
Griffith menambahkan Australia sangat senang dapat memberikan dukungan melalui Kemitraan Indonesia-Australia untuk Infrastruktur (KIAT) ini. ‘’Saya juga senang mengumumkan bahwa Sarbagita adalah wilayah metropolitan pertama yang
menyelesaikan SUMP dengan dukungan dari pemerintah Australia,’’ tegas Griffith.

Baca juga :  Sidak SMA, Kadisdikpora Temukan Fakta Ini

Menurutnya, Sarbagita merupakan salah satu daerah prioritas untuk pembangunan angkutan massal oleh pemerintah Indonesia. Pembangunan SUMP di wilayah metropolitan ini bertujuan memberikan solusi transportasi umum yang lebih baik, terjangkau, berkelanjutan dan aman.  Pengembangan ini juga memberikan dampak ekonomi positif yang signifikan bagi masyarakat Bali, khususnya di sektor pariwisata dan perhotelan, serta berkontribusi terhadap pemulihan ekonomi Bali pasca-covid-19.

Griffith menambahkan bahwa pengembangan SUMP Sarbagita merupakan pengalaman berharga bagi Australia dalam bermitra dengan pemangku kepentingan di seluruh spektrum masyarakat, termasuk organisasi masyarakat sipil, pemda, asosiasi non-pemerintah, akademisi, dan sektor usaha swasta. Australia juga menempatkan prioritas tinggi pada kesetaraan gender, disabilitas dan inklusi sosial dalam kemitraan ini. ‘’SUMP Sarbagita ini merupakan hasil kesepakatan seluruh pihak yang mendukung lima visi mobilitas
transportasi untuk Sarbagita yaitu terintegrasi, terhubung, berkelanjutan, menghargai budaya local, dan menciptakan kebahagiaan bagi masyarakat Bali.

Baca juga :  Jelang Tahun Baru, Gubernur Koster Ajak Warga Waspadai Omicron

Sedangkan serah-terima SUMP ini merupakan awal dari langkah selanjutnya dalam membangun mobilitas perkotaan yang lebih baik di Bali.  Mengubah strategi dan rencana aksi SUMP menjadi implementasi nyata di lapangan bagi masyarakat dan bisnis lokal merupakan tantangan, tetapi juga merupakan peluang yang sangat besar.
Pemerintah Australia menantikan rencana pelaksanaan rekomendasi SUMP dan akan menyambut baik diskusi seputar dengan pemerintah Indonesia terkait dengan persiapan proyek dan penilaian kelayakan SUMP Sarbagita.

Baca juga :  Swab PCR dan Keterangan Vaksin Jadi Syarat Masuk Bali

‘’Sekali lagi terima kasih kepada Bapak Gubernur Koster atas visi Bapak untuk meningkatkan infrastruktur transportasi di Bali dan atas sambutannya bagi kami. Ini merupakan kehormatan besar untuk bermitra dengan anda untuk meningkatkan mobilitas perkotaan, dan kelayakan hidup kawasan metropolitan Sarbagita,’’ tandas Anthea Griffith.

KIAT juga berkoordinasi dengan Bappenas, dan mendukung pengembangan SUMP di wilayah metropolitan Semarang dan Makassar. (yad/r)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini