DPPKBPPPA Buleleng Maksimalkan Program Hidup Berencana

picsart 22 04 11 18 11 10 650
KELUARGA BERENCANA - Program keluarga berencana itu keren yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Buleleng.

Singaraja, DENPOST.id

Guna mewujudkan keluarga yang berkualitas dan sehat, serta bisa mengendalikan jumlah penduduk supaya lebih sejahtera, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Buleleng, memaksimalkan programkan hidup berencana itu keren.

Program hidup berencana itu keren merupakan perubahan dari program sebelumnya, yakni dua anak lebih baik. “Tentunya ada yang melatarbelakangi untuk keluarga sedikit anak. Tapi, bagaimana keluarga itu bisa menjadikan keluarganya agar bisa sejahtera,” ungkap Kepala DPPKBPPPA Buleleng, Ni Made Dwi Priyanti Putri Koriawan, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (11/4/2022).

Baca juga :  Sambangi Hotel, Badung Cek Potensi Pajak Daerah

Dwi Priyanti menjelaskan dalam mewujudkan keluarga yang sejahtera, terkait dengan kesehatan, bimbingan orang tua dan ketahanan pangannya, pihaknya telah berkolaborasi dengan beberapa SKPD terkait lingkup Pemerintah Kabupaten Buleleng. Untuk DPPKBPPPA difokuskan untuk menanggulangi dan menguatkan melalui bimbingan terhadap anak, sehingga kedepannya menjadi sejahtera. “Itu sudah kami lakukan melalui program-program dan anggaran dari APBD dan DAK melalui sinergi dengan beberapa SKPD terkait,” ungkapnya.

Ditambahkan dia, dalam menyukseskan program ini, pihaknya telah melakukan beberapa upaya, di antaranya melakukan sosialisasi dan bimbingan melalui kader-kader pembantu dan juga memberikan pelayanan KB gratis guna mengendalikan jumlah penduduk agar lebih sejahtera.

Baca juga :  Pohon Tumbang Timpa Dua Mobil WNA di Ubud

Sementara itu, secara teknis Kepala Bidang Keluarga Berencana, Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga, Nyoman Mandayani menjelaskan dalam mewujudkan program ini pihaknya telah melakukan beberapa kegiatan. Kegiatan itu, di antaranya melalui Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat untuk mengikuti pelayanan kontrasepsi, khususnya pada masyarakat usia subur.

Selain itu, ada juga pembinaan kelompok kegiatan, di antaranya Kelompok Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL) dan juga upaya pemberdayaan perekonomian keluarga akseptor dan beberapa kegiatan lainnya. (118)

Baca juga :  Mabuk, Pemuda Gerayangi Anak Bawah Umur

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini