Warga Dihebohkan Bangunan Gedong Sari di Lantai II Terbakar

picsart 22 04 13 18 53 59 071
PALINGGIH TERBAKAR - Kondisi palinggih Gedong Sari milik I Nengah Nade (58), di Jalan Kresna, Kelurahan Semarapura Klod Kangin, Klungkung, terbakar, Selasa (12/4/2022) malam.

Semarapura, DENPOST.id

Warga di sekitar Jalan Kresna, Kelurahan Semarapura Klod Kangin, Klungkung, mendadak heboh, Selasa (12/4/2022) malam. Hal ini menyusul terbakarnya sebuah bangunan gedong sari milik I Nengah Nade (58).

Petugas Pemadam Kebakaran Klungkung, harus mengerahkan dua unit armada damkar untuk memadamkan kobaran api. Apalagi palinggih yang terbakar berada di lantai II.

Informasi yang diperoleh di lapangan, kejadian tersebut pertama kali diketahui salah seorang anggota TNI, Suparto (40) sekitar pukul 22.10 Wita. Saat itu, Suparto yang sedang melaksanakan Tadarus bulan puasa di rumah Sunarto yang berjarak 30 meter dari TKP, kaget melihat kepulan asap dari rumah korban.

Curiga dengan hal itu, dia kemudian bergegas menghampiri TKP bersama teman-temannya yang melaksanakan tadarus. Saat bersamaan kemudian melintas Ketut Sentosa (44) asal Desa Jumpai, yang juga melihat asap mengepul di lantai II rumah korban. Melihat kejadian tersebut, bersama Sentosa, Suparto yang bertugas di Kodim 1610/Klungkung ini kemudian masuk ke rumah korban.

Baca juga :  Difabel Masih Minim Ikuti Vaksinasi

Namun saat mau masuk, pintu depan rumah korban dalam kondisi terkunci. Karena takut api semakin membesar, mereka kemudian mendobrak pintu rumah korban dan langsung naik ke lantai II. Sementara saat kejadian, pemilik rumah, Nade ada di dalam. Hanya saja dia tidak tahu ada kebakaran di lantai II. Iapun baru tahu, setelah warga datang.

“Saat kejadian, warga berupaya memadamkan api dengan alat seadanya,” ungkap Kasatpol PP dan Damkar Klungkung, Putu Suarta, Rabu (13/4/2022).

Baca juga :  Berlaga di Kejurnas, Lima Atlet Pickleball Minta Restu Suwirta

Menurut Suarta, petugas pemadam kebakaran mendapatkan informasi adanya bangunan terbakar di Jalan Kresna sekitar pukul 22.10 Wita. Setelah itu, petugas pemadam kebakaran lalu bergegas secepat mungkin memadamkan kebakaran untuk mengantisipasi api merembet ke bangunan lainnya.

Petugas damkar bersama masyarakat sekitar saling bantu untuk padamkan api. Sedangkan api baru dapat dipadamkan sekitar 15 menit kemudian. Namun dari kejadian tersebut, palinggih gedong yang berbahan kayu hangus terbakar, sehingga korban mengalami kerugian sekitar Rp20 juta.

Baca juga :  Covid-19 di Jembrana, Dua Pasien Meninggal Dunia

“Dugaan sementara karena dupa habis sembahyang, lalu ditinggal ke bawah oleh pemiliknya dalam keadaan menyala. Dan dupa itu membakar bangunan gedong yang berbahan kayu. Kebakaran dapat tertangani bersama masyarakat,” jelas Suarta. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini